Ketua MUI Palu: Jangan Pernah Katakan Orang Lain Kafir dan Najis

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 08 Juni 2017
Ketua MUI Palu: Jangan Pernah Katakan Orang Lain Kafir dan Najis

Prof Dr H Zainal Abidin M.Ag (Foto: IAIN Palu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Zainal Abidin M.Ag menyampaikan ceramah tentang pentingnya akhlak atau etika antarsesama pemeluk agama pada temu dan dialog pimpinan gereja se-Sulawesi Tengah.

"Agama itu akhlak atau etika, akhlak itu adalah menyenangkan atau membuat seseorang bahkan sekelompok orang senang," ujar Prof Zainal Abidin saat menyampaikan materi tentang 'radikalisme atas nama agama' yang diikuti para pendeta dan majelis gereja se-Sulteng di Swisbell Hotel Palu, Kamis (8/6).

Sebagaimana dilansir Antara, Prof Zainal Abidin menegaskan agama merupakan instrumen yang mengajak kepada kebaikan, dengan melatih serta mendidik manusia untuk berakhlak yang baik.

Karena itu, sebut dia, dalam Islam ditegaskan bahwa Nabi diutus ke muka bumi salah satunya yaitu menyempurnakan akhlak manusia, atau memperbaiki akhlak.

"Islam sangat menjunjung tinggi akhlak antarsesama manusia. Karena itu Islam sangat menghargai kemanusiaan, pribadi dan individu manusia serta golongan atau kelompok," tegasnya.

Ia meyakini bahwa anjuran Islam tersebut tidak berbeda jauh dengan anjuran pemeluk agama lainnya termasuk Agama Kristen yang dianut oleh masyarakat.

Oleh karena itu, sebut dia, bila ada orang yang mengatakan dirinya beragama namun kemudian menyalahkan, mengafirkan, serta menuding kelompok atau pemeluk agama tertentu, itu tindakan tercela.

Maka, kata dia, orang tersebut atau sekelompok orang yang menyalahkan orang lain itu, sesungguhnya tidak memahami dan tidak mengetahui substansi agama dan beragama.

"Dalam Islam jelas dikatakan bahwa 'bagimu agama-mu dan bagiku agamaku'. Karena itu jangan menyatakan orang lain kafir, neraka, salah, najis, kotor dan sebagainya, hanya karena berbeda pemahaman dan keyakinan," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa agama, termasuk Islam tidak mengajarkan pemeluknya untuk menyalahkan, mengafirkan serta membunuh orang lain atau penganut agama lain karena berbeda cara beribadah dan keyakinan kepada Tuhan.

Prof Zainal Abidin yang juga Rektir IAIN Palu ini dihadirkan oleh Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, pada temu dan dialog pimpinan gereja se-provinsi Sulawesi Tengah.

Sumber: ANTARA

#Ketua MUI #Palu #Umat Kristen #Sulawesi Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesiaku
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Spesies baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah. Nama diambil dari tokoh adat Pamona, Pendeta Yombu Wuri.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Indonesia
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Untuk korban luka-luka akibat runtuhan material bangunan terdata mengalami kenaikan, di mana sebanyak 17 jiwa dilaporkan menderita luka berat dan 101 warga mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Indonesia
1.254 Rumah Rusak Akibat Gempa Sulteng, Tiap KK Terima Duit Perbaikan Segini dari Negara
BNPB menyiapkan bantuan stimulan Rp15 juta hingga Rp60 juta untuk rumah rusak akibat gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. Kabupaten Sigi jadi wilayah terdampak terparah.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
1.254 Rumah Rusak Akibat Gempa Sulteng, Tiap KK Terima Duit Perbaikan Segini dari Negara
Indonesia
BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6).
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BNPB Sebut Sejumlah Bangunan Rusak Imbas Gempa Bumi M 6,7 di Palu
Indonesia
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Gempa ini dikategorikan dalam gempa dangkal yang dipicu sesar aktif.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Indonesia
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
USGS mendeteksi gempa susulan M 5,2 di Palu, tiga menit setelah gempa utama M 6,7. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, pasien RS Samaritan panik dievakuasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
Indonesia
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Guncangan Terasa di Seluruh Sulawesi Tengah
Warga di Palu, Sigi, Donggala, hingga Tojo Una-Una merasakan guncangan cukup kuat dan memilih keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Guncangan Terasa di Seluruh Sulawesi Tengah
Indonesia
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pasien RS Samaritan Panik Berhamburan
Gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. Pasien RS Samaritan panik berhamburan keluar, BMKG pastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pasien RS Samaritan Panik Berhamburan
Indonesia
Anggota DPRD DKI Heran Warga Nasrani Jaksel masih Sulit Ibadah, Minta Gubernur Pramono Segera Bereskan
Penasihat Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah gagal menjamin kesehatan jiwa sebagian warganya yang masih kesulitan untuk beribadah.
Dwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
Anggota DPRD DKI Heran Warga Nasrani Jaksel masih Sulit Ibadah, Minta Gubernur Pramono Segera Bereskan
Indonesia
MUI Semprot Kemenhaj Buntut Wacana War Tiket, Diminta Fokus ke Pemberangkatan Calon Haji 2026
Persoalan utama yang menjadi ganjalan adalah nasib jutaan calon jamaah yang sudah mengantre selama belasan hingga puluhan tahun
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
MUI Semprot Kemenhaj Buntut Wacana War Tiket, Diminta Fokus ke Pemberangkatan Calon Haji 2026
Bagikan