MerahPutih.com – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.
Guncangan kuat membuat warga dan pasien di Rumah Sakit Samaritan berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Baca juga:
Ratusan Gempa Landa Gunung Soputan, Dilarang Berada di Radius 1,5 kilometer
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,04° LS dan 120,23° BT, sekitar 42 kilometer tenggara Palu, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa bumi tersebut berkategori dangkal, namun hasil pemodelan matematis menunjukkan tidak berpotensi memicu tsunami,
BMKG.
Kepanikan di Rumah Sakit
Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan terasa kuat di Palu, Sigi, Donggala, hingga Tojo Una-Una. Kepanikan paling terlihat di RS Samaritan, di mana pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan bergegas keluar menuju area terbuka.
Baca juga:
Gempa Laut Sulawesi Magnitudo 7,7 Picu Tsunami Mikro, Warga Jangan Nekat Mendekat Pelabuhan
Beberapa pasien yang tengah menjalani perawatan dievakuasi menggunakan kursi roda maupun tempat tidur untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan potensi dampak dari gempa.
Pantauan di halaman rumah sakit dilansir Antara, pasien dan pengunjung memilih bertahan di luar bangunan setelah terjadinya gempa.
Tunggu Kondisi Dinyatakan Aman
Petugas rumah sakit mengarahkan proses evakuasi agar berlangsung tertib dan memastikan seluruh pasien tetap aman. Manajemen juga memutuskan baru boleh kembali ke dalam rumah sakit jika kondisi sudah dinyatakan aman pasca gempa.
Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa,
Salam, warga yang sedang berada di Rumah Sakit Samaritan.
(*)