Ketua KPK Bakal Dampingi Penyidik Polri Periksa Novel
Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kedua kanan) dan Saut Situmorang (tengah), serta istri Novel Baswedan, Rina Emilda (kiri), menghadiri doa bersama untuk Novel
MerahPutih.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo bakal mendampingi penyidik Polri untuk memeriksa Novel Baswedan di Singapura. Namun, Agus belum bisa memastikan kapan jadwal pemeriksaan tersebut.
"Dari pertemuan kedua, ada agenda yang belum dipenuhi. Yakni Polri akan ke Singapura dan saya akan mendampingi. Tapi belum ada jadwal pasti," kata Agus, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/7).
Agus menuturkan, untuk melakukan pemeriksaan terhadap penyidik senior KPK yang sedang menjalani perawatan di Singapura itu harus menunggu waktu yang tepat.
Selain itu, sambung Agus, pemeriksaan tersebut juga harus mendapatkan persetujuan dari dokter yang menangani Novel.
Agus juga menyatakan, bahwa dirinya bersedia untuk mendampingi penyidik Polri dalam pemeriksaan tersebut.
"Kalau memeriksa Novel itu harus menunggu kondisi Novel. Jadi cari waktu yang tepat. Karena kalau ada sedikit emosi saja, tekanan di matanya akan berubah," pungkas Agus.
Sebelumnya, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal. Kejadiannya, saat Novel usai pulang salat subuh, pada Selasa (11/4).
Menurut istri Novel, suaminya disiram air keras di dekat rumah. Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menoleh ke belakang.
Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata dan menyebabkan Novel harus dirawat di rumah sakit. Hingga saat ini Novel dalam kondisi sadar.
Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E).
Akibat penyiraman tersebut, Novel sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading dan Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Kemudian, pada Rabu (12/4), yang bersangkutan dibawa ke Singapura untuk mendapatkan perawatan intensif. (Pon)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Tersangka Gus Alex Irit Bicara Usai Diperiksa KPK, 3 Pertanyaan Kasus Haji Dijawab Sama
Eks Direktur SMA Kemendikbud Akui Terima USD 7.000 dari Vendor Chromebook
Susah Dapat Kuota Haji, Bos Maktour: Terpaksa Berangkatkan Jemaah Pakai Furoda
KPK Periksa Pemilik Maktour terkait Kasus Korupsi Kuota Haji di Kemenag
KPK: Keterangan Eks Menpora Dito Perkuat Dugaan Korupsi Kuota Haji
Diperiksa KPK soal Kuota Haji, Eks Menpora Dito Ungkap Isi Pertemuan di Arab Saudi saat Dampingi Jokowi
Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK, Akui Ikut Rombongan Jokowi ke Arab Saudi
KPK Restui Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat, DPR Sebut Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat
Mantan Menpora Dito Dipanggil KPK di Kasus Kuota Haji
KPK Ungkap Sudewo sudah Dibidik Sejak 2025, sebelum OTT di Pati