Ketua DPR: Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat Lebih Penting dari Segalanya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 01 September 2020
Ketua DPR: Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat Lebih Penting dari Segalanya

Ketua DPR Puan Maharani berpidato dalam Rapat Paripurna DPR. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah melakukan evalusi terkait penanganan pandemi COVID-19 serta dampak yang menyertainya. Puan menegaskan bahwa pemerintah harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat dalam menangani pandemi tersebut.

“Saat ini adalah saat krusial bagi pemerintah untuk bergotong royong bersama DPR RI, untuk mengevaluasi. Kalau memang saat ini adalah waktu untuk kita menginjak rem, jangan mempercepat laju dari apa yang menjadi keinginan kita, keselamatan dan kesehatan masyarakat lebih penting dari segala-galanya,” kata Puan, usai rapat paripurna dalam rangka HUT ke-75 DPR RI, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).

Baca Juga:

DPR Minta Grand Design Riset Vaksin COVID-19

Puan juga menyampaikan duka mendalam, atas gugurnya 100 dokter yang menangani pandemi COVID-19. Bagi Puan, para dokter dan tenaga medis adalah pahlawan kesehatan yang bekerja keras menangani pandemi COVID-19.

“Kami mengucapkan bela sungkawa, atas gugurnya dokter yang menjadi pahlawan kesehatan dalam menangani pandemi COVID-19. Pemerintah harus memikirkan langkah-langkah cepat agar ketersediaan dokter dan tenaga kesehatan tetap memadai dalam penanganan COVID-19,” ujar Puan.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan kata ‘Merdeka!’ dalam Rapat Paripurna Khusus memperingati HUT Ke-75 DPR RI di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2020). (ANTARA/ Abdu Faisal)
Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan kata ‘Merdeka!’ dalam Rapat Paripurna Khusus memperingati HUT Ke-75 DPR RI di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2020). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Dalam kondisi darurat ini, kata Puan, pemerintah harus memaksimalkan fungsi Puskesmas sebagai garda terdepan penanganan pandemi COVID-19. Puan menerima laporan tentang kapasitas rumah sakit yang berkurang karena sejak enam bulan setelah kasus pertama COVID-19 dilaporkan di Indonesia, saat ini jumlah kasusnya mencapai lebih dari 170 ribu, dengan lebih dari tujuh ribu orang meninggal dunia akibat COVID-19.

“Fungsi Puskesmas dimaksimalkan dan diintegrasikan dalam sistem penanganan pasien COVID-19,” imbuhnya.

Baca Juga:

DPR: Vaksin Corona Jangan Dijadikan Ladang Bisnis

Perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI itu berharap pemerintah dapat mencermati dan mengevaluasi seluruh kebijakan yang dijalankan. Puan meminta pemerintah mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat serta petugas medis, seiring dengan upaya memperbaiki kondisi perekonomian.

“Kami berharap pemerintah bisa melakukan hal strategis dalam mengatasi hal ini. Jangan membiarkan, jangan sepertinya tidak apa-apa. Sudah waktunya pemerintah mengetatkan protokol COVID-19 agar masyarakat kembali waspada, penting menjaga kesehatan diri, lingkungan, dan masyarakat,” kata Puan. (Pon)

Baca Juga:

DPR Sebut Aparat TNI-Polri Perlu Diperkuat Literasi

#Puan Maharani #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekaligus menghambat aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Bagikan