Ketika Temanmu Makan Bersuara, Mungkin Kamu Mengalami Gangguan Ini

Zahrina IdzniZahrina Idzni - Selasa, 07 Februari 2017
Ketika Temanmu Makan Bersuara, Mungkin Kamu Mengalami Gangguan Ini

Misophobia (Pinterest:Simplemost)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Apakah MP Friends pernah risih ketika melihat seseorang yang sedang mengunyah makanan mengeluarkan bunyi? Atau saat Kalian sedang berada di bioskop mendengar napas seseorang mendesah keras?

Jika iya, berarti kalian menjadi salah satu orang yang menderita kelainan otak atau biasa disebut dengan misophonia.

Misophonia merupakan gangguan yang berarti si penderita memiliki kebencian terhadap suara seperti saat mengunyah makanan, bernapas keras, mengetik atau menulis berbunyi. Gangguan ini pertama kali disebut sebagai "kondisi" sejak tahun 2001.

Makan (Pinterest:bbc.com)
Makan (Pinterest:bbc.com)

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mencoba meneliti tentang misophonia, apakah itu merupakan sebuah penyakit medis atau bukan. Namun, menurut para ilmuan yang berasal dari tim di Universitas Newscastle, Inggris telah membuktikan bahwa orang-orang yang menderita gangguan misophonia memiliki perbedaan dalam otak mereka.

Selain itu, para ilmuwan mengatakan bahwa seseorang yang menderita misophobia akan mengalami perubahan dalam aktivitas otak ketika mendengar suara bising dan suara tersebut. Hal ini juga dapat menjadi pemicu untuk membangkitkan respon fisiologis tinggi, dengan perubahan detak jantung lebih meningkat dan berkeringat.

Makan yang berbunyi (Pinterest:The Wall Street Journal)
Makan yang berbunyi (Pinterest:The Wall Street Journal)

Para peneliti pernah mencoba menggunakan MRI atau Magnetic Resonance Imaging, untuk mengukur aktivitas otak dari seseorang yang mengalami atau tidak mengalami gangguan misophobia dengan mendengarkan berbagai suara.

Suara dikategorikan menjadi suara netral (hujan atau air mendidih), suara tidak menyenangkan (seseorang berteriak atau bayi menangis) dan suara yang dapat memicu otak (suara napas dan makan). Dari situ peneliti bisa menyimpulkan, yang menyebabkan adanya gangguan misophobia adalah suara napas dan makan.

Begitulah kira-kira, jika MP Friends merasa risih dan terganggu, jika seseorang yang berada di samping kalian sedang makan, namun berisik. MP Friends sedang merasa pilek? Ternyata olahraga menjadi salah satu fakta yang bisa sembuhkannya loh. Mau lebih jelas? Yuk baca: 5 Fakta Menarik Seputar Pilek

#Kesehatan #Gangguan Kesehatan #Informasi Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Zahrina Idzni

Gaul, supel dan berkibarlah bendera negeri, Merah Putih Jaya
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan