Ketika Sepeda Jokowi Jadi Incaran Di Singapura
Para WNI yang berebut ingin mendapatkan sepeda dari Presiden Jokowi. (Setpres/Bey Machmudin)
MerahPutih.com - Dalam setiap kunjungan kerjanya, Presiden Joko Widodo identik dengan bagi-bagi sepeda. Nah, ternyata kebiasaan presiden yang akrab disapa Jokowi itu juga begitu tenar di kalangan masyarakat Indonesia yang ada di Singapura.
Buktinya, dalam temu kangen Presiden yang dihelat di KBRI Singapura, Rabu (6/9) dan dihadiri sekira 1.600 WNI, banyak yang berteriak-teriak, "Sepedanya Pak… sepeda Pak…”.
Oleh karenanya, saat Jokowi memanggil WNI untuk naik ke panggung, hampir semuanya berebut ingin dipanggil. Zaki dari Banyuwangi, Jatim misalnya. Dia berhasil menjawab permintaan Jokowi untuk menyebutkan enam provinsi di Indonesia. “Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Papua,” jawab Zaki.
Setelah bersalaman, Zaki pun bertanya, ”Dikasih sepeda enggak Pak?"
Jokowi pun tertawa dan hanya mempersilakan Zaki kembali ke tempatnya. "Sepedanya Pak?,” tanya Zaki. Presiden pun hanya tersenyum.
Saat Zaki menuruni tangga panggung, Presiden pun berkata, "Ambil sepedanya.”
Zaki girang.
Sementara itu, Juniarti asal Brebes, Jateng berhasil menjawab enam suku yang ada di Indonesia, yaitu suku Jawa, suku Sunda, suku Batak, suku Madura, suku Dayak dan suku Bugis. "Sepedanya dikirim ke Brebes ya Pak," ucap Juniarti sambil tertawa.
Sementara itu, Gilang, seorang mahasiswa yang tengah belajar di salah satu perguruan tinggi di Singapura jurusan pemasaran juga berhasil membawa sepeda setelah mengucapkan Pancasila. (*/bey)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
Teman KKN UGM Jadi Saksi di PN Solo, Jokowi Disebut Punya Nama Panggilan 'Jack'
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?