Ketika Dua Sabahat PKS dan Gerindra Berbeda Pandangan Soal Oposisi

Thomas KukuhThomas Kukuh - Selasa, 02 Juli 2019
Ketika Dua Sabahat PKS dan Gerindra Berbeda Pandangan Soal Oposisi

Prabowo Subianto yang diusung beberapa partai kembali kalah dalam Pilpres 2019 ( ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sejumlah partai menyatakan dirinya akan berada di luar pemerintahan alias oposisi pascaputusan sengketa Pilpres di MK. Salah satunya yang sudah mengumumkan akan oposisi adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Bahkan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengajak semua partai pengusung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk terus bersama-sama sebagai kubu penyeimbang. “Ayo semua rekan-rekan koalisi 02 kita sudah bubar. Kita bertransformasi jadi koalisi. Kita sama-sama bangun negeri ini walaupun jadi oposisi," kata Mardani.

BACA JUGA: PKS Akui Tak Bangga Masuk Kabinet Jokowi

oposisi dua sahabat
Politikus PKS Mardani Ali Sera (Fotografer : Djo, Aziz/ PKSFoto)

Menurut pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Iding Rosyidin keputusan PKS untuk tetap menjadi partai oposisi sudah tepat.

PKS, lanjut Iding, merupakan kekuatan menengah yang tak bisa disepelekan. “Sebetulnya PKS bagus di oposisi dengan Gerindra. Dengan kemenangan calegnya yang lumayan 10 persen itu pencapaian tertinggi bagi PKS,” ujar Iding di Jakarta, Selasa (2/6).

BACA JUGA: Prabowo Belum Punya Pemikiran untuk Rekonsiliasi

Lantas seberapa pentingkah oposisi? Iding menjelaskan, adanya oposisi adalah hal yang penting. Opisisi berfungsi sebagai penyeimbang dan kontrol kekuasaan supaya terhindar dari tindakan yang korup.

"Di negara manapun dengan sistem otoriter, misalnya, pasti terjadi fenomena korupsi luar biasa. Sebab tidak ada yang mengontrol," jelas Idin.

Meski begitu, Iding menyarankan agar Gerindra dan PKS menjadi oposisi yang dapat memberikan kritik sekaligus solusi. “Bukan kritik yang terkesan nyinyir,” imbuhnya.

Dia mencontohkan ketika pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat Demokrat berkuasa, PDIP sebagai partai lawan merupakan contoh oposisi yang dapat menjadi penyeimbang pemerintahan saat itu.

"Masalahnya tinggal bagaimana cara melakukan oposisinya. Nah kekeliruan Gerindra itu oposisinya cenderung asal kritik. Oposisi itu harus memilah isu apa yang pantas dikritisi dan tidak," imbuhnya.

beda oposisi pks gerindra
Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Habiburokhman. (MP/Ponco)

Nah, sikap PKS yang terang-terangan menyatakan opisisi memang agak berbeda dengan Gerindra. Mereka masih malu-malu saat diajak PKS dalam posisi oposisi. "Kami sangat hormati pilihan PKS. Mereka sahabat kami. Tapi kami punya pertimbangan sendiri," kata Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra Habiburokhman, Selasa (2/7).

BACA JUGA: Persilakan Gerindra Gabung, PDIP: Indonesia Tak Menganut 'The Winner Take All'

Menurutnya, dalam sistem presidensial tak ada istilah oposisi. Dia pun mengklaim bahwa sampai saat ini Gerindra tak pernah benar-benar berseberangan dengan pemerintah.

Buktinya, lanjut Habiburokhman, Gerindra mendukung kebijakan pemerintah yang dinilai baik bagi masyarakat. Tapi kalau kebijakan eksekutif dinilai kurang baik, Gerindra akan mengkritisinya. “Hal yang sama sepertinya akan berlaku lima tahun ke depan," imbuh dia. (knu)

#Gerindra #PKS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Politkus PKS Minta Pemerintah Bebaskan Pajak Pembalut, Tegaskan sebagai Kebutuhan Dasar Perempuan
Kebijakan perpajakan terhadap pembalut perlu mempertimbangkan aspek keadilan, kesehatan, serta kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Politkus PKS Minta Pemerintah Bebaskan Pajak Pembalut, Tegaskan sebagai Kebutuhan Dasar Perempuan
Indonesia
Buntut Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Gerindra Resmi Pecat 3 Anggota DPRD Jatim!
Tiga anggota DPRD Jatim resmi dipecat Partai Gerindra usai terciduk pesta narkoba di sebuah hotel di Surabaya. Cek kronologi dan fakta lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 November 2026
Buntut Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Gerindra Resmi Pecat 3 Anggota DPRD Jatim!
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui proses pidana, tetapi juga harus menyasar izin usaha dan kewajiban pemulihan lingkungan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Pemerintah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pencabutan Izin 23 Korporasi
Indonesia
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Mendesak penegakan hukum dilakukan hingga tuntas dengan menjatuhkan hukuman maksimal kepada pihak yang terbukti bersalah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Tersangka Karhutla, 20 Korporasi yang Terlibat Harus Tanggung Jawab
Indonesia
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat partai menyisihkan gaji untuk korban karhutla, menyiapkan layanan kesehatan darurat, dan mendesak penegakan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Bagikan