Ponakan Prabowo Kasih Bukti Keluar Gerindra Saat Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Ponakan Prabowo Kasih Bukti Keluar Gerindra Saat Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI

Wamenkeu Thomas Djiwandono Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI dengan Komisi XI DPR. (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas A.M. Djiwandono sempat menunjukkan bukti tidak lagi menjadi anggota Partai Gerindra saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

Klarifikasi tersebut disampaikan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu untuk menanggapi pertanyaan anggota Komisi XI terkait status keanggotaannya di Gerindra, sekaligus menegaskan komitmennya terhadap independensi Bank Indonesia.

“Yang perlu saya klarifikasi paling dini adalah pertanyaan Pak Muhidin dari Partai Golkar. Apakah saya masih menjabat sebagai bendahara umum? Jawabannya tidak, Pak,” kata Thomas di hadapan anggota Komisi XI.

Baca juga:

Wamenkeu Keponakan Prabowo Lolos Uji Kepatutan Deputi Gubernur BI di DPR

Keluar dari Gerindra

Thomas menjelaskan telah mengundurkan diri dari jabatan Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan perlunya regenerasi di internal partai.

“Saya sudah 17 tahun, jadi perlu ada regenerasi. Waktu itu saya juga meminta izin karena masih berada di Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Tak hanya mundur dari jabatan struktural partai, Thomas juga menegaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi anggota Partai Gerindra. Pengunduran diri sebagai kader dilakukan per 31 Desember 2025.

“Menambah itu, saya juga bukan anggota Gerindra per 31 Desember tahun ini. Ini adalah komitmen saya terhadap independensi Bank Indonesia dan juga profesionalisme saya,” kata Thomas.

Baca juga:

Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai

Bukti Lampiran Dokumen Resmi

Pernyataan tersebut kemudian ditindaklanjuti Ketua Komisi XI Misbakhun yang meminta Thomas melampirkan dokumen resmi sebagai bukti pengunduran diri.

“Bisa dilampirkan suratnya? Ini penting, Pak, supaya klarifikasi ini datang dari Bapak dengan dokumen resmi,” ujar Misbakhun.

Menanggapi hal itu, Thomas memastikan telah menyiapkan dokumen yang diminta. “Resmi, Pak. Resmi dari surat pengunduran diri saya dan dari DPP Gerindra,” tandasnya. (Pon)

#Thomas Djiwandono #Gerindra #Deputi Gubernur BI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Komisi XI DPR RI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) selama dua hari berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Indonesia
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Dasco mengatakan Gerindra tidak hanya mencermati survei SMRC, tetapi juga hasil survei dari lembaga lain yang dipublikasikan ke publik.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Indonesia
DPR Tunggu Nama Pengganti Gubernur BI Perry Warjiyo Buat Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengingatkan agar proses transisi Gubernur BI tidak mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Tunggu Nama Pengganti Gubernur BI Perry Warjiyo Buat Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan
Indonesia
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Prabowo selama ini selalu memberikan Gibran ruang untuk bekerja.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Bagikan