Ketika Bandar Narkoba Nekat Serang Polisi Pakai Parang, Dadanya Tertembus Peluru
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, saat di kamar jenasah RS Dr Soetomo Surabaya, (27/8). (MerahPutih.com/Budi Lentera)
MerahPutih.com - Seorang bandar narkoba asal Jalan Ikan Cakalang, Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Sandi Davitson, 32, meregang nyawa di tangan anggota Sat Narkoba Polrestabes Surabaya, Minggu (27/8) dini hari. Sandi ditembak lantaran coba melawan petugas dengan sebilah parang saat hendak ditangkap. Sementara dua rekannya, Melisa, 27, asal Kabupaten Sidoarjo dan Nizar, 22, asal Mojokerto Jawa Timur, ditangkap hidup-hidup.
"Barang bukti yang kami amankan memang tidak banyak. Tetapi, selama ini dia sudah sembilan kali melakukan transaksi yang cukup besar." kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, saat di kamar jenasah RS Dr Soetomo Surabaya, (27/8).
Dari sembilan kali melakukan transaksi, lanjutnya, jika ditotal keseluruhan, sudah mengedarkan 11 kg narkotika jenis sabu dan 10.000 butir ekstasi.
Dijelaskannya, sebelum melakukan penggerebekan, penyidik melakukan pengintaian selama 3 bulan lamanya. Hingga kemudian, penyidik berhasil menangkap Melisa dan Nizar di Sidoarjo, Jawa Timur. "Dari keduanya, anggota pun memancing Sandi untuk keluar sarang. Dan akhirnya kita berhasil menemukan Sandi di kawasan Pasuruan Jawa Timur." lanjut Kombes Pol M Iqbal.
Namun, saat hendak ditangkap, Sandi yang sedang mengendarai motor, justru turun dari motornya dan mengeluarkan parang untuk melawan petugas.
Tak ayal, penyidik pun memberikan tembakan dan tepat mengenai dadanya. Dan Sandi tewas seketika.
Dari ketiganya, penyidik mengamankan 5 poket sabu seberat 308,28 gram, 17 paket plastik terisi extasy dengan total jumlah 1624 butir dan uang tunai Rp20 juta rupiah. Jaringan ini, masih kata Kombes Pol M Iqbal, ternyata dikendalikan dari salah seorang tahanan penghuni lapas di Porong, Sidoarjo. (budi lentera)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
BNN Ungkap 4,11 Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba pada 2025
Marak Disalahgunakan, DPR Desak Penjualan Whip Pink Diperketat
Tren Mabuk Gas Tertawa Whip Pink, Ternyata Bahayanya Luar Biasa
Satnarkoba Polresta Solo Sita 1 Kilogram Sabu dari Jaringan Lintas Provinsi
DPRD DKI Bahas Raperda P4GN, Pramono Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkoba
DPRD DKI Usulkan Cabut Izin Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Narkoba
Bahan Baku Lab Narkoba Apartemen Pluit Impor dari India, Bos Besarnya Masih di Luar Negeri
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Polda Metro Jaya Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, 2 WNA China Ditangkap
Apartemen Lab Narkoba di Ancol Dikelola Sindikat Internasional, Produk Dikemas Mirip Minuman Saset