Kesemutan Bisa Jadi Tanda Penyakit Kronis
Ilustrasi Kebas atau kesemutan. (Dok. i-stock)
MerahPutih.com - Kebas atau kesemutan dan mati rasa sering kali muncul tiba-tiba di area anggota tubuh. Kebas biasanya muncul jika terlalu banyak duduk atau menekuk bagian kaki, tangan terlalu lama.
Namun, bukan hanya karena aktivitas tertentu, kebas muncul sebagai tanda penyakit kronis. Dikutip dari laman siloamhospital.com, kebas menunjukkan indikasi penyakit stroke.
Kesemutan tangan ini digolongkan sebagai gejala dari stroke ringan. Kondisi ini dipicu oleh tersumbatnya pembuluh darah pada otak sehingga merusak saraf-saraf tertentu. Termasuk saraf yang mengirimkan sinyal pada tangan.
Kesemutan ini mesti diwaspadai apabila disertai dengan sensasi pusing mendadak, tubuh kehilangan keseimbangan, berbicara menjadi sulit, hingga gangguan penglihatan.
Baca juga:
Pekerja Shift Malam Lebih Rentan Terkena Diabetes dan Stroke
Dilansir dari laman flintrehab.com, penderita stroke ringan yang mengalami kebas dapat diatasi dengan melakukan stimulasi listrik, atau e-stimulasi.
Biasanya penderita diberikan rangsangan lembut pada saraf dan otot serta dapat membantu mengaktifkan jalur saraf antara otak dan anggota tubuh.
Hal ini terbukti membantu mengurangi gejala nyeri, yang selanjutnya dapat meningkatkan kualitas hidup.
Kemudian pengobatan kebas dengan electroacupuncture. Di mana ini pengobatan alternatif dengan memasukkan jarum tipis ke titik akupuntur tertentu di tubuh.
Terkadang rangsangan listrik diterapkan pada jarum setelah dimasukkan. Elektroakupunktur membantu mendorong neuroplastisitas pada pasien stroke dengan efek somatosensori, seperti mati rasa.
Baca juga:
Selanjutnya mengatasi kebas dengan pengobatan Mirror Therapy. Terapi ini biasanya digunakan untuk meningkatkan pemulihan motorik tangan setelah stroke, terutama ketika gerakan tangan sangat terpengaruh. Hal ini menjadikannya metode rehabilitasi yang bagus untuk kelumpuhan tangan pasca stroke. (Tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya