MerahPutih.com - Keputusan pasangan bakal calon gubernur Sumatera Barat, Mulyadi-Ali Mukhni yang batal mengikutsertakan PDIP sebagai partai pengusung pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2020 dinilai kepentingan politik jangka pendek.
Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, langkah keduanya hanya karena ucapan Ketua DPR Puan Maharani soal 'Pancasila' itu karena merasa kuatir pernyataan Puan memiliki dampak elektoral.
Baca Juga
"Padahal, dengan mengembalikan mandat ke PDIP tidak serta merta membuat mereka memenangi pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020 yang akan datang," jelas Karyono kepada MerahPutih.com di Jakarta, Senin (7/9).
Karyono beranggapan, faktor kemenangan dalam kontestasi pilkada tidak hanya diukur dari sebuah pernyataan, meskipun saya akui sebuah pernyataan memiliki dampak politik elektoral. Tetapi, itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan kekalahan atau kemenangan.
"Kemenangan atau kekalahan dalam kontestasi politik elektoral disebabkan oleh banyak variabel," jelas dia.
Direktur Indonesia Public Institute ini menyebut, Mulyadi-Mukhni berpotensi kehilangan dukungan, setidaknya dari basis pemilih PDIP. Semua keputusan ada resikonya.
"Tingkat dukungan Mulyadi-Mukhni bisa bertambah, bisa konstan atau sebaliknya malah menurun. Namun Mulyadi - Mukhni sudah terlanjur membuat keputusan hanya berdasarkan asumsi, tinggal kita tunggu hasilnya nanti," terang dia.
Karyono meyakini dengan mengesampingkan sikap sinis dan politis, pernyataan Puan tersebut tidak menunjukan frasa yang tendensius menuduh masyarakat Sumbar tidak Pancasilais.
Tidak ada frasa yang secara tendensius menghina masyarakat Sumbar. Seharusnya, lanjut Karyono, yang perlu digali dari pernyataan Puan adalah latar belakang pemikiran atau alasan munculnya sebuah harapan itu.
"Konteks latar belakang atau dasar pemikiran dari pernyataan yang diributkan itu justru yang lebih substansial, bukan sekadar mempersoalkan teks narasi dengan membumbui propaganda," tutup Karyono.
Kendati sudah diumumkan bakal diusung oleh PDI-P, namun akhirnya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat, Mulyadi-Ali Mukhni hanya diusung Demokrat dan PAN.
Mulyadi-Ali Mukhni mendaftar ke KPU Sumbar, Minggu (6/9) dengan hanya diusung Demokrat dan PAN. Dua partai tersebut sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon karena jumlah kursi kedua partai itu melebihi persyaratan.
Demokrat dan PAN sama-sama mendapatkan 10 kursi di DPRD Sumbar. Sedangkan persyaratan hanya 13 kursi.
"Segala persyaratan Insya Allah sudah lengkap, dan sudah kita konsultasikan juga," kata Mulyadi saat akan masuk ke ruangan pendaftaran.
Baca Juga
Mulyadi juga bersyukur datang bisa didampingi pasangannya Ali Mukhni yang sudah sembuh dari COVID-19.
Sebelumnya, Mulyadi-Ali Mukhni sebenarnya juga bakal diusung PDI-P, selain Demokrat dan PAN. Bahkan, Mulyadi sudah mendapatkan dukungan yang diumumkan langsung Ketua DPP PDI P Puan Maharani pada Rabu (2/6) lalu. (Knu)