Kepuasan Publik terhadap Kepemimpinan Jokowi Capai 80,6 Persen
Tangkapan layar hasil survei Voxpopuli tentang tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi, diterima di Jakarta, Senin (3/7/2023). ANTARA/HO-Voxpopuli
MerahPutih.com - Tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) masih tinggi jelang lengser pada 2024. Hal itu juga bisa berpengaruh terhadap siapa sosok calon presiden mendatang.
Temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan sebanyak 80,6 persen publik merasa puas terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.
Di antara yang menyatakan puas, sebanyak 6,8 persen merasa sangat puas dipimpin oleh Jokowi. Hanya 16,8 persen yang merasa tidak puas, di antaranya 1,3 persen tidak puas sama sekali, dan sisanya 2,6 persen menyatakan tidak tahu/tidak jawab.
Baca Juga:
Jokowi akan Panen Jagung di Arso Perbatasan Indonesia-Papua Nugini
“Tingkat kepuasan hingga 80,6 persen menunjukkan bahwa publik bakal memilih capres yang bisa menjamin keberlanjutan program Jokowi,” ujar Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja, seperti dikutip Antara.
Menurut Achmad, publik mengakui kerja-kerja Jokowi dalam meletakkan fondasi bagi kemajuan bangsa. Selama kurun dua periode pemerintahan, Jokowi memfokuskan pada program-program strategis, khususnya pembangunan infrastruktur sebagai program andalan.
“Strategi pembangunan nasional bukan kebijakan yang betul-betul baru, melainkan sudah dilakukan oleh pemerintahan sebelum-sebelumnya, bahkan dari masa kolonial, oleh Bung Karno, Pak Harto, hingga pemerintahan pasca-reformasi,” ujar Achmad menegaskan.
Achmad menilai, Jokowi menyadari ketergantungan ekonomi nasional dalam kegiatan ekstraktif. Di satu sisi, ekspor komoditas memang memberi devisa yang sangat besar dan bisa menopang subsidi, khususnya ketika terjadi gejolak pangan dan energi sebagai dampak perang di Ukraina.
“Strategi hilirisasi dengan melarang ekspor mineral mentah dan mendorong pembangunan smelter berhasil meningkatkan nilai tambah, bahkan berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan baru dalam ekosistem kendaraan listrik,” ujar Achmad.
Baca Juga:
Jokowi akan Hadiri Annual Leaders Meeting 2023 di Sydney
Masih banyak program-program lain termasuk di luar infrastruktur yang memengaruhi tingkat kepuasan publik.
“Tentu saja masih ada sejumlah hal yang belum terselesaikan dan menjadi PR bagi pemimpin nasional berikutnya,” kata Achmad.
Ia melihat keberlanjutan program-program yang sudah ada akan sangat menentukan apakah Indonesia akan bergerak menjadi negara maju, sesuai visi Indonesia Emas 2045, ataukah mengulangi kegagalan era Orde Baru dengan kembali “tertinggal di landasan”.
“Publik bakal memilih capres-cawapres yang paling bisa menjamin keberlanjutan program-program Jokowi,” ujar Achmad. (*)
Baca Juga:
Menpora Singgung Beban Moral dan Amanah Jokowi Usai Diperiksa Kejagung
Bagikan
Berita Terkait
Survei DFW Temukan 3 Kendala Besar Koperasi Merah Putih
Hasil Survei LSI Denny JA: Soeharto Jadi Presiden RI yang Paling Disukai
Hasil Survei: Menkeu Purbaya Masuk Bursa Capres-Cawapres 2029, Unggul Jauh dari Gibran
Menkeu Purbaya Mengguncang Media Sosial: Dari Kritik Cukai Rokok Sampai Ajak Gen Z Kaya, Penilaian Positif Tembus 83,7 Persen
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Jawa Timur Paling Puas, Maluku - Papua Paling Kritis terhadap Pemerintahan Prabowo - Gibran
Bidang Pendidikan Paling Memuaskan, Ekonomi Jadi PR di 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ada Dorong Reshuffle, Siapa Menteri Paling Puas di Mata Publik? Ini Hasil Survei Poltracking
Jakarta Peringkat ke-18 Kota Paling Bahagia di Dunia, Gubenur Pramono: Semangat Kebersamaan Jadi Kuncinya
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu