Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kepala BKPM: Kepercayaan Investor Tetap Tinggi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 01 Desember 2016
Kepala BKPM: Kepercayaan Investor Tetap Tinggi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong saat di acara Trade Expo Indonesia, Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/10). (Foto: MerahPutih/Muchammad Yani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Keuangan - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menilai bahwa saat ini, kepercayaan investor terhadap iklim investasi Indonesia tetap tinggi.

Kehadiran kurang lebih 400 pemimpin usaha dunia dalam acara Forbes Global CEO Conference menjadi salah satu indikator terhadap minat investor global terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Presiden Joko Widodo secara resmi membuka acara tersebut di Hotel ShangriLa pada Selasa, (29/11).

Thomas Lembong mengatakan bahwa dirinya cukup optimistis melihat berbagai hasil pertemuan yang dilakukannya dengan investor dalam rangkaian kegiatan Forbes.

"Sekarang sentimen investor sedang bagus-bagusnya. Setelah bertahun-tahun melakukan reformasi dan perbaikan, akhirnya kepercayaan investor lagi tinggi sekarang," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima merahputih.com, Rabu (30/11).

Lembong menjelaskan, sektor investasi yang ditawarkan di antaranya adalah sektor pariwisata. Saat ini, kepercayaan investor yang tinggi optimistis bahwa target investasi tahun ini sebesar Rp594,8 triliun, serta target investasi tahun depan sebesar Rp678,8 triliun dapat tercapai.

"Pemerintah akan terus mengupayakan agar reformasi ekonomi yang dilakukan terus berlanjut dan berdampak secara fundamental untuk perbaikan Indonesia," tuturnya.

Perbaikan yang dilakukan pemerintah tersebut mendapat respons positif dari kalangan CEO yang hadir. Steve Forbes yang kemarin menyampaikan sambutan untuk membuka pidato Presiden Joko Widodo, mengapresiasi langkah-langkah terobosan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menarik investasi. Di antaranya program Tax Amnesty yang dinilai berhasil menarik dana-dana yang ditempatkan di luar negeri.

CEO Wanda Group Jianlin Wang yang kemarin, Selasa (29/11), mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Malcolm S Forbes juga mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan berbagai perbaikan iklim investasi.

Selain CEO Wanda Group, hadir dalam acara yang didukung oleh BKPM tersebut beberapa CEO Global seperti CEO Wilmar International Khoon Hong Kuok, Senior Chairman Orix Corporation Yoshihiko Miyauchi, CEO Living Essentials Manoj Bhargava, CEO Fosun Xinjun Liang, Group CEO Grab Anthony Tan, serta Chairman dan CEO Mayapada Group Dato Sri Tahir. Kemudian dari pengusaha dan beberapa perusahaan di Indonesia di antaranya Ketua Umum Kadin Rosan Roslani, CEO PT Bakrie Global Ventura Anindya Bakrie dan CEO Telkom Telstra Erik Meijer. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Program Rumah Rakyat AHY Butuh Dana Investasi Rp300 Triliun
  2. Leonardo DiCaprio Investasi di Uber Sampah
  3. Di Brazil, Investasi Apple Ternyata Tidak Mengangkat Kesejahteraan
  4. Gelaran Indo Defence Expo & Forum 2016 Bisa Tarik Investor
  5. Penyanyi Religi Sulis, Jadi Korban Penipuan Berkedok Investasi
#Thomas Lembong #BKPM #Investasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Danantara Merger 4 BUMN di Bawah Mandiri Manajemen Investasi, Terbesar di Indonesia
Danantara menggabungkan empat perusahaan asset management BUMN menjadi satu entitas di bawah Mandiri Manajemen Investasi. Konsolidasi ini membentuk perusahaan asset management terbesar di Indonesia.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Danantara Merger 4 BUMN di Bawah Mandiri Manajemen Investasi, Terbesar di Indonesia
Berita
Transaksi Tokenisasi Aset Saham AS Sepanjang Semester I-2026 Meningkat Tajam
Secara spesifik, tokenisasi aset seperti Nasdaq (QQQX) dan SP500 (SPYX) mengalami kenaikan pesat
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
Transaksi Tokenisasi Aset Saham AS Sepanjang Semester I-2026 Meningkat Tajam
Berita
Sektor Tokenisasi Aset RWA Meroket Rp 533 Triliun, Solusi Investasi Murah Generasi Baru
Kepastian hukum instrumen finansial ini di Indonesia pun sudah mengantongi lampu hijau
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
Sektor Tokenisasi Aset RWA Meroket Rp 533 Triliun, Solusi Investasi Murah Generasi Baru
Indonesia
Menlu Qatar Bertemu Presiden Prabowo, Tegaskan Komitmen Investasi Rp 70 Triliun
Menlu Qatar juga membahas rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir tahun 2026.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
Menlu Qatar Bertemu Presiden Prabowo, Tegaskan Komitmen Investasi Rp 70 Triliun
Fashion
Dolar AS Menguat, Investasi Emas Dinilai Jadi Pilihan Aman untuk Lindungi Aset
Emas kini dinilai sebagai pilihan aman untuk melindungi aset. Milenial dan Gen Z mulai menjadikan emas sebagai instrumen investasi.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Dolar AS Menguat, Investasi Emas Dinilai Jadi Pilihan Aman untuk Lindungi Aset
Lainnya
BTC Price Game Kini Hadir di Pintu, Fitur Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Pengguna dengan kemenangan beruntun dapat melanjutkan ke babak berikutnya tanpa mengurangi kredit game
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
BTC Price Game Kini Hadir di Pintu, Fitur Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Indonesia
Presiden Prabowo Tegaskan Pengusaha jangan Diperas dan Dipersulit Terus
Menurut Presiden, pemerintah tidak boleh justru membebani dunia usaha melalui proses yang lambat, birokratis, atau membuka ruang bagi pungutan liar.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Tegaskan Pengusaha jangan Diperas dan Dipersulit Terus
Indonesia
Prabowo Bakal Kesulitan Kejar Pertumbuhan 6,5 persen di 2027 Tanpa Dukungan Swasta
Mendukung berbagai program prioritas dan program vital, belanja negara dalam APBN 2027 direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Prabowo Bakal Kesulitan Kejar Pertumbuhan 6,5 persen di 2027 Tanpa Dukungan Swasta
Indonesia
Buka Pintu Investasi, Pemprov DKI bakal Terbitkan Obligasi Daerah Tahun Depan
Skema ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki tabungan atau dana investasi untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan Jakarta.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
Buka Pintu Investasi, Pemprov DKI bakal Terbitkan Obligasi Daerah Tahun Depan
Indonesia
Kompleksitas Aturan dan Birokrasi Hambat Investasi di Indonesia
deregulasi juga harus tetap menjaga kualitas pengawasan, perlindungan lingkungan, dan kepastian hukum agar tidak berubah menjadi liberalisasi tanpa kontrol.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Kompleksitas Aturan dan Birokrasi Hambat Investasi di Indonesia
Bagikan