Kendaraan Listrik Mulai Menjamur, Forum G20 Didorong Bahas Sampah Baterai

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 31 Mei 2022
Kendaraan Listrik Mulai Menjamur, Forum G20 Didorong Bahas Sampah Baterai

Mobil Listrik. (Foto: Sekretariat Presiden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian BUMN secara resmi telah mengumumkan pendirian Indonesia Battery Corporation (IBC) pada Maret 2021. Perusahaan itu dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Indonesia.

Pemerintah menargetkan angka produksi baterai kendaraan listrik dapat mencapai 600 ribu unit untuk mobil dan 2,45 juta unit untuk sepeda motor pada tahun 2030. Target produksi baterai itu untuk mengimbangi jumlah kendaraan listrik dalam sembilan tahun mendatang yang diproyeksikan mencapai 2 juta unit mobil dan 13 juta unit sepeda motor.

Baca Juga:

Amerika Serikat Siapkan Rp 43,5 Triliun untuk Baterai Kendaraan Listrik



Dalam peta jalan percepatan kendaraan listrik nasional yang telah disusun oleh pemerintah, daur ulang sampah baterai nasional akan digarap oleh PT Nasional Hijau Lestari (NHL). Proses daur ulang itu akan mengambil kembali logam-logam berharga, seperti kobalt, aluminium, mangan, dan litium.

Kepresidenan Think-20 (T20) sebagai pusat gagasan global bagi para pemimpin G20, mendorong isu sampah baterai kendaraan listrik menjadi pembahasan global karena selaras dengan program transisi energi.

Lead Co-chair Task Force 3 Think 20 Moekti Soejachmoen mengatakan, transisi energi dengan elektrifikasi sektor transportasi menjadi cita-cita bersama, sehingga isu sampah baterai perlu dibawa ke dalam forum besar G20.

"Ada salah satu policy drivers yang menurut saya menarik yang menyarankan ayo dong mulailah dari G20 untuk mengangkat dan membuat satu framework bagaimana kita menangani isu sampah baterai," kata Moekti di Jakarta, Senin (31/5).


Ia berharap, pembahasan forum G20 nantinya tidak hanya sebatas sampah baterai, tetapi bagaimana negara-negara dengan perekonomian besar di dunia itu bisa membuat limbah baterai kendara listrik sebagai bagian dari ekonomi sirkular mengingat permintaan kendaraan listrik akan sangat besar di masa depan.

Menurut Moekti, jika negara-negara yang tergabung dalam Forum G20 bisa menjadikan sampah baterai sebagai ekonomi sirkular.

"Dampaknya, dunia tidak akan gila-gilaan melakukan ekstraksi dan eksploitasi sumber daya alam seperti nikel ataupun logam tanah jarang, ataupun mineral berharga lainnya," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Honda akan Produksi Jutaan Kendaraan Listrik di 2030

#Mobil Listrik #G20 #KTT G20
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Sesi foto pada ajang itu dibatalkan setelah para diplomat Eropa menolak berdiri dalam sesi foto resmi bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026
  Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Fun
PEVS 2026 Banjir Promo Kendaraan Listrik, Ada Cashback Rp 200 Juta hingga Diskon Rp 6 Juta
PEVS 2026 menghadirkan promo mobil dan motor listrik dari BAIC, MG, Chery, Wuling, ALVA, dan Polytron. Ada cashback hingga Rp 200 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
PEVS 2026 Banjir Promo Kendaraan Listrik, Ada Cashback Rp 200 Juta hingga Diskon Rp 6 Juta
Fun
Laba BYD Naik 28 Persen pada Kuartal Ketiga, Pertumbuhan Ekspor Jadi Penopang
BYD mencatat laba bersih naik 28 persen secara tahunan. Namun, hasilnya di bawah perkiraan analis meski pendapatan kembali tumbuh.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Laba BYD Naik 28 Persen pada Kuartal Ketiga, Pertumbuhan Ekspor Jadi Penopang
Fun
Aion UT Cross Tampil Lebih Tangguh, Ini Spesifikasi Mobil Listrik Terbaru GAC
GAC memperkenalkan Aion UT Cross, hatchback listrik dengan tampilan lebih tangguh.
Yusuf Abdillah - Jumat, 16 Oktober 2026
Aion UT Cross Tampil Lebih Tangguh, Ini Spesifikasi Mobil Listrik Terbaru GAC
Lifestyle
Revolusi BYD Flash Charging Hadir di Indonesia, Isi Daya EV Kini Sekilat Isi Bensin di SPBU
Penasaran dengan teknologi Flash Charging BYD? Pengisian daya mobil listrik kini cuma butuh 9 menit buat penuh berkat Blade Battery generasi kedua. Cek selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Revolusi BYD Flash Charging Hadir di Indonesia, Isi Daya EV Kini Sekilat Isi Bensin di SPBU
Fun
Danza D9 Terbaru Punya Kursi Pijat 10 Titik dan Flash Charging 9 Menit, Berapa Harganya?
BYD resmi meluncurkan Danza New D9 di Indonesia. Apa saja fitur unggulannya?
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Danza D9 Terbaru Punya Kursi Pijat 10 Titik dan Flash Charging 9 Menit, Berapa Harganya?
Fun
BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Ngecas Mobil Listrik 10-97 Persen Cuma 9 Menit
BYD menghadirkan teknologi pengisian daya cepat Flash Charging yang diklaim mampu memangkas waktu pengisian baterai mobil.
Yusuf Abdillah - Rabu, 14 Oktober 2026
BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Ngecas Mobil Listrik 10-97 Persen Cuma 9 Menit
Fun
BYD Racco Segera Dijual di Indonesia? Ini Spesifikasi Lengkapnya
BYD tengah mengkaji peluang memasarkan mobil listrik mungil Racco di Indonesia.
Yusuf Abdillah - Rabu, 14 Oktober 2026
BYD Racco Segera Dijual di Indonesia? Ini Spesifikasi Lengkapnya
Fun
BYD Seagull Generasi Kedua Hadir dengan Bodi Lebih Besar, Siap Tantang Geely EX2
BYD mulai membuka pemesanan awal Seagull generasi kedua di China.
Yusuf Abdillah - Senin, 12 Oktober 2026
BYD Seagull Generasi Kedua Hadir dengan Bodi Lebih Besar, Siap Tantang Geely EX2
Fun
Xiaomi Cetak Rekor Penjualan 40 Ribu Mobil Sebulan, SkyNomad Jadi Andalan
Xiaomi menjual sekitar 40.000 unit dalam satu bulan, catat rekor tertinggi.
Yusuf Abdillah - Kamis, 08 Oktober 2026
Xiaomi Cetak Rekor Penjualan 40 Ribu Mobil Sebulan, SkyNomad Jadi Andalan
Bagikan