Amerika Serikat Siapkan Rp 43,5 Triliun untuk Baterai Kendaraan Listrik

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 04 Mei 2022
Amerika Serikat Siapkan Rp 43,5 Triliun untuk Baterai Kendaraan Listrik

AS gencarkan pengembangan kendaraan listrik (Foto: pixabay/leerosario)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMERINTAH Amerika Serikat kian gencar dalam mengembangkan kendaran listrik. Belum lama ini, AS dikabarkan akan menyiapkan lebih dari USD 3 miliar atau sekitar Rp 43,5 triliun untuk mendanai pembuatan baterai kendaraan listrik.

Seperti yang dikutip dari laman Reuters, dana tersebut kabarnya akan dialokasikan oleh Departemen Energi dari anggaran infrastruktur senilai USD 1 triliun atau sekitar Rp 14 ribu triliun, yang ditandatangani oleh Joe Biden pada tahun lalu. Pendanaan itu akan digunakan untuk mendirikan serta memperbaiki pabrik baterai.

Baca Juga:

Honda akan Produksi Jutaan Kendaraan Listrik di 2030

AS dikabarkan akan menyiapkan lebih dari USD 3 miliar atau sekitar Rp 43,5 triliun untuk mendanai pembuatan baterai kendaraan listrik (Foto: pixabay/joenomias)

Tapi, dana tak akan digunakan untuk mengembangkan tambang domestik baru seperti memproduksi lithium, nikel, kobalt, serta mineral permintaan lainnya yang dibutuhkan untuk membuat baterai. Beberapa dari proyek itu kabarnya menghadapi tantangan lokal serta terikat dalam tinjauan lingkungan serta hukum administrasi.

"Sumber daya ini tentang rantai pasokan energi yang meliputi produksi, daur ulang mineral penting tanpa ekstraksi atau penambangan baru," jelas Penasihat iklim nasional Biden, Gina McCarthy seperti yang dikutip dari laman Reuters.


Mendengar hal tersebut, Ford menyambut baik pengumuman pendanaan itu. Pihak Ford menjelaskan, bahwa investasi lebih dari USD 3 miliar akan memperkokoh rantai pasokan baterai domestik, menciptakan lapangan kerja, serta membantu produsen AS untuk bersaing di kancah internasional.

"Kami memiliki peluang untuk teknologi ini di AS dan investasi yang diumumkan tersebut akan membantu kami mewujudkannya," jelas penasihat umum Ford Steven Croley.

Baca Juga:

Ini Alasan Mobil Listrik Lebih Mahal Dibanding Konvensional

AS Targetkan setengah dari kendaraan yang dijual tahun 2030 ialah kendaraan listrik (Foto: pixabay/pixaline)

Sedikit informasi, Biden kabarnya menginginkan setengah dari kendaraan yang dijual di Amerika Serikat ialah kendaraan listrik di tahun 2030 mendatang. Pendanaan tersebut diharapkan bisa meningkatkan pekerjaan manufaktur, mengungguli Tiongkok di pasar yang berkembang pesat, serta mengurangi emisi karbon.

Selain itu, Pemerintah AS pun menjadikan langkah itu guna menjamin kemandirian energi serta mengurangi tekanan inflasi jangka pajang yang diakibatkan invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut Koordinator Infrastruktur Gedung Putih Mitch Landrieu, ketika kita menghadapi kenaikan harga minyak dan gas, penting untuk dicatatan bahwa kendaraan listrik dalam jangka panjang akan lebih murah untuk Amerika. (Ryn)

Baca Juga:

Daftar Mobil Listrik Terlaris di Eropa

#Mobil Listrik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
SUV Boxy iCar V27 Terbaru Siap Meluncur, Jarak Tempuhnya Bikin Kaget
Selain peningkatan pada sektor daya jelajah, iCar juga membekali versi terbaru ini dengan sejumlah pembaruan.
Yusuf Abdillah - Kamis, 24 September 2026
SUV Boxy iCar V27 Terbaru Siap Meluncur, Jarak Tempuhnya Bikin Kaget
Fun
Xiaomi Berencana Boyong Produk Mobil Listrik ke Pasar Indonesia
Xiaomi meyakini karena posisi Indonesia strategis maka produk kendaraan listriknya pasti akan masuk dan ikut meramaikan industri.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Xiaomi Berencana Boyong Produk Mobil Listrik ke Pasar Indonesia
Tekno
Sedan BYD Denza Z9S Mulai Dijual, Sekali Cas 1.100 KM, Ini Spek dan Harganya!
Denza Z9S yang masuk kategori sedan listrik kelas menengah-besar itu kini pemegang rekor dunia baru daya jelajah mobil listrik terjauh di bumi.
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Sedan BYD Denza Z9S Mulai Dijual, Sekali Cas 1.100 KM, Ini Spek dan Harganya!
Fun
SUV 7 Penumpang BYD Sealion 8 Tes di Indonesia, Tenaganya Bikin Kaget
BYD Sealion 8 mulai menunjukkan tanda-tanda bakal meramaikan pasar otomotif Indonesia.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
SUV 7 Penumpang BYD Sealion 8 Tes di Indonesia, Tenaganya Bikin Kaget
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Susun Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Pembangunan industri kendaraan listrik tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan penjualan kendaraan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
DPR Minta Pemerintah Susun Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Fun
Mobil Listrik Dominasi Pasar China, Geely EX2 Paling Laris
Sembilan dari 10 mobil penumpang terlaris di China merupakan kendaraan listrik berbasis baterai
Yusuf Abdillah - Rabu, 09 September 2026
Mobil Listrik Dominasi Pasar China, Geely EX2 Paling Laris
Indonesia
Tutup Keran Impor, Mobil Listrik BYD Kini 100 Persen Buatan Lokal Indonesia
Mobil listrik BYD resmi menutup keran impor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Tutup Keran Impor, Mobil Listrik BYD Kini 100 Persen Buatan Lokal Indonesia
Fun
Hyundai Siapkan 100 Model Baru hingga 2030, Ada Ioniq 3 dan Santa Fe REEV
Hyundai Motor berencana meluncurkan dan memperbarui lebih dari 100 model kendaraan hingga 2030.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Hyundai Siapkan 100 Model Baru hingga 2030, Ada Ioniq 3 dan Santa Fe REEV
Fun
Kia Recall 21.290 Unit EV9, Sistem Airbag Berisiko Membahayakan Anak
Kia resmi mengumumkan recall terhadap 21.290 unit SUV listrik Kia EV9.
Yusuf Abdillah - Kamis, 27 Agustus 2026
Kia Recall 21.290 Unit EV9, Sistem Airbag Berisiko Membahayakan Anak
Tekno
Supercar Listrik China Makin Agresif, CEO Lamborghini Tak Khawatir
CEO Lamborghini Stephan Winkelmann mengaku tidak merasa terancam dengan perkembangan supercar China yang semakin pesat.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Supercar Listrik China Makin Agresif, CEO Lamborghini Tak Khawatir
Bagikan