Rantai Pasok EV Indonesia Bakal Makin 'Lokal Pride' Dengan Target TKDN Tembus 60 Persen Mulai Tahun 2027
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta (kanan) (Kemenperin)
Merahputih.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada ekosistem kendaraan listrik (EV) melampaui angka 60 persen untuk periode 2027–2029 guna mempercepat kemandirian industri otomotif nasional.
Strategi ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta sebagai langkah nyata mengoptimalkan pemberdayaan pemasok lokal dari hulu hingga ke hilir.
Baca juga:
Kemenperin Berharap IIMS Percepat Pemulihan dan Perkuat Fondasi Industri Otomotif
Kebijakan pengetatan TKDN ini merupakan bagian dari roadmap besar pemerintah dalam membangun kedaulatan industri hijau. Berdasarkan Perpres Nomor 79 Tahun 2023, standar komponen lokal terus merangkak naik, dimulai dari 35 persen pada periode awal, dan kini dipatok minimal 60 persen pada 2027.
“Pengembangan kendaraan listrik nasional dilakukan secara bertahap, diawali dengan pengenalan teknologi, penarikan investasi, pembangunan infrastruktur, serta produksi lokal berbasis TKDN," ujar Setia Diarta dalam keterangan resminya, Kamis (5/2).
Integrasi Hulu ke Hilir dan Hilirisasi Mineral
Pemerintah tidak hanya fokus pada perakitan unit, tetapi juga mempercepat hilirisasi mineral strategis untuk pembuatan baterai di sektor hulu. Sementara di sektor hilir, pemberian insentif fiskal dan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terus dikebut untuk menarik minat masyarakat.
"Pada periode 2027–2029, pemerintah menargetkan penguatan ekosistem kendaraan listrik dengan capaian TKDN di atas 60 persen yang disesuaikan dengan realisasi investasi, serta kesiapan industri dan pemasok pendukung," jelas dia.
Baca juga:
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh segala bentuk teknologi otomotif yang berkontribusi langsung pada penurunan emisi karbon.
Dengan target TKDN yang mencapai 80 persen pada tahun 2030, Indonesia optimis mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok EV global.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Rantai Pasok EV Indonesia Bakal Makin 'Lokal Pride' Dengan Target TKDN Tembus 60 Persen Mulai Tahun 2027
Changan Unjuk Gigi di IIMS 2026, Bawa Teknologi Global dan Produksi Lokal
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
[HOAKS atau FAKTA] : Rakyat Harus Bertahan Hidup! Listrik dan Layanan ATM di Indonesia bakal Mati Selama 7 Hari
Cuaca Ekstrem di Bali Bisa Berdampak pada Jaringan Listrik, PLN Imbau Warga Waspada
Vivo X300 Ultra Siap Menantang Flagship Premium 2026, Intip Bocoran Terbaru
Pasar Kendaraan Listrik Terancam Stagnasi, Perlu Insentif Baru
3 Warga Cilincing Tewas Tersengat Listrik saat Banjir, DPRD DKI Soroti Anggaran Rp 2,8 Triliun
Diskon 50 Persen untuk Warga yang Tambah Daya Listrik lewat PLN Mobile