Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?

Ilustrasi mobil listrik. Foto Freepik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi pembahasan kebijakan insentif untuk mobil listrik dan kendaraan hybrid guna memacu kinerja industri otomotif nasional yang ditargetkan mencapai penjualan 850.000 unit pada tahun 2026.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyatakan bahwa usulan insentif fiskal tengah memasuki tahap koordinasi lintas kementerian. Langkah ini diambil sebagai respons atas penurunan tren penjualan otomotif pada periode sebelumnya.

"Kemenperin sudah bersurat kepada Kementerian Keuangan dalam rangka supaya bisa membantu industri otomotif ini penjualannya juga membaik, insentif masih dalam pembahasan," ujar Setia Diarta, Kamis (5/2).

Baca juga:

Kemenperin Berharap IIMS Percepat Pemulihan dan Perkuat Fondasi Industri Otomotif

Strategi Insentif Berdasarkan Teknologi Baterai

Pemerintah merancang skema insentif yang lebih spesifik, mencakup segmen kendaraan, teknologi yang digunakan, hingga persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menariknya, jenis baterai akan menjadi variabel penentu besaran insentif. Kendaraan listrik dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) kemungkinan menerima dukungan fiskal yang lebih kecil dibandingkan mobil listrik berbasis nikel, demi mendorong hilirisasi nikel dalam negeri.

Meskipun aturan untuk mobil listrik dan hybrid masih bersifat dinamis, segmen Low Cost Green Car (LCGC) dipastikan tetap mendapat kepastian hukum. Melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 3 persen akan tetap berlaku hingga tahun 2031.

Baca juga:

Changan Debut di IIMS 2026, Siap Garap Potensi Besar Pasar Otomotif Nasional

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mematok target optimis sebesar 850.000 unit untuk tahun 2026.

Angka ini menjadi tantangan besar mengingat data tahun 2025 menunjukkan penurunan penjualan wholesale sebesar 7,2 persen menjadi 803.687 unit dibanding tahun sebelumnya.

"Soal insentif ditunggu saja. Mudah-mudahan segera ada jawabannya," tambah Setia

#Mobil Listrik #Kendaraan Listrik #Mobil Hybrid #Kendaraan Hybrid #Hybrid Electric Vehicle #Plug-in Hybrid Electric Vehicle
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?
Pemerintah merancang skema insentif yang lebih spesifik, mencakup segmen kendaraan, teknologi yang digunakan, hingga persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Digodok, Harga Mobil Hybrid Siap Meluncur Murah atau Malah Makin Mahal?
Lifestyle
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
Meskipun tergolong baru, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap merek ini sangat tinggi, terbukti dari angka pesanan awal yang sangat signifikan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
Indonesia
Pasar Kendaraan Listrik Terancam Stagnasi, Perlu Insentif Baru
saat ini terjadi kekosongan regulasi setelah berakhirnya pembebasan bea masuk mobil listrik impor utuh (completely built up/CBU)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Pasar Kendaraan Listrik Terancam Stagnasi, Perlu Insentif Baru
Indonesia
VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
VinFast berkomitmen memprioritaskan putra daerah Subang melalui pelatihan vokasi berstandar internasional
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Desember 2025
VinFast Indonesia Ungkap Visi  Strategis di Balik Pabrik EV Subang
Lifestyle
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
2026 jadi tahun konsolidasi berat bagi pemain impor
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
Berita
Mobil Hadirkan Formula Pelumas Baru yang Mendukung Mesin Konvensional dan Hybrid
Mobil menghadirkan Mobil Super All-In-One Protection dengan spesifikasi API SQ dan GF-7A, mendukung efisiensi bahan bakar dan mesin hybrid.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Desember 2025
Mobil Hadirkan Formula Pelumas Baru yang Mendukung Mesin Konvensional dan Hybrid
Indonesia
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
VinFast baru saja meresmikan pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat. VinFast menargetkan TKDN 80 persen pada 2030.
Soffi Amira - Senin, 15 Desember 2025
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Indonesia
Tingkatkan Penjualan Mobil Listrik, Kemenperin Tetap Siapkan Insentif di 2026
Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil selama Januari-Oktober 2025 secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) hanya sebanyak 634.844 unit.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Desember 2025
Tingkatkan Penjualan Mobil Listrik, Kemenperin Tetap Siapkan Insentif di 2026
Fun
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Daftar mobil listrik dan motor ini bisa dicoba langsung di area test drive GJAW 2025. Berikut adalah merek kendaraannya.
Soffi Amira - Sabtu, 29 November 2025
Berakhir Besok, ini Daftar Mobil Listrik dan Motor yang Bisa Dijajal di GJAW 2025
Fun
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor
GJAW 2025 menghadirkan Indoor EV Test Drive pertama di ICE BSD. Pengunjung dapat mencoba berbagai mobil listrik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 26 November 2025
Jajal Kendaraan Listrik Tanpa Keluar Gedung, GJAW 2025 Tawarkan EV Test Drive Indoor
Bagikan