Merahputih.com - Raksasa otomotif Korea Selatan, Hyundai Motor Group dan Kia Corporation, resmi mendaftarkan paten sistem baterai ganda inovatif yang diprediksi akan mengubah lanskap performa kendaraan listrik (EV) global.
Teknologi teranyar ini nantinya akan menggabungkan baterai utama berkapasitas besar dengan 'baterai pendorong' atau boost battery kecil untuk memberikan lonjakan tenaga instan tanpa mengorbankan jarak tempuh kendaraan.
Langkah strategis ini diambil di tengah ketidakpastian kebijakan insentif pajak di Amerika Serikat yang sempat menggoyang pasar EV.
Baca juga:
Permintaan Global Turun, Hyundai Hentikan Produksi Ioniq 5 dan Kona di Pabrik Utama
Cara Kerja Sistem Baterai Ganda ala Mobil Balap
Berbeda dengan mobil listrik konvensional yang mengandalkan satu baterai traksi tunggal, sistem baru ini memisahkan peran efisiensi dan tenaga.
Baterai utama bertugas memasok daya untuk penggunaan harian dan jarak jauh, sementara baterai pendorong dirancang khusus untuk menyuplai energi tinggi dalam durasi singkat, mirip dengan sistem Nitrous Oxide (NOS) pada mobil bermesin pembakaran internal.
"Pengaturan ganda ini memungkinkan para insinyur mengoptimalkan masing-masing baterai untuk kegunaan spesifik. Fokus pada jangkauan sering kali mengorbankan output performa, begitu pula sebaliknya," tulis keterangan dalam dokumen paten tersebut sebagaimana dikutip dari laporan CarBuzz.
Sistem kendali perangkat lunak nantinya akan mengatur distribusi daya secara otomatis berdasarkan gaya mengemudi.
Namun, pengemudi tetap diberikan kendali penuh untuk memilih mode penghematan daya guna memperpanjang jarak tempuh atau memprioritaskan pengisian baterai kedua demi performa maksimal.
Baca juga:
Kondisi Tragis 3 Korban Tewas Usai Hyundai Ioniq Tabrak Truk di Tol Cengkareng
Solusi Performa Tinggi untuk Generasi Ioniq dan EV6
Penerapan teknologi ini diharapkan menjadi kunci bagi model performa tinggi masa depan, seperti penerus Hyundai Ioniq 5 N dan Kia EV6 GT.
Dengan adanya baterai tambahan, kendaraan dapat dipacu secara agresif tanpa khawatir persentase daya pada baterai utama merosot tajam secara drastis.
Selain meningkatkan aspek teknis, inovasi ini dipandang sebagai strategi untuk menggairahkan kembali minat konsumen di tengah penurunan penjualan EV di beberapa pasar global.