Kenapa Kita Harus Bangga dengan Vaksin dari Bio Farma?

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 14 Januari 2018
Kenapa Kita Harus Bangga dengan Vaksin dari Bio Farma?

Menkes Nila F. Moeloek (tengah) saat meninjau produksi vaksin dan serum di ruangan pengemasan PT. Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/1). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan seharusnya masyarakat Indonesia bangga dengan vaksin yang diproduksi PT Bio Farma.

"Seharusnya kita bangga luar biasa. Saya salut lihat Bio Farma sudah 128 tahun eksis, dan jadi nomor empat terbaik di dunia dari 200 perusahaan vaksin," kata Nila dalam kunjungannya ke PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/1).

Seperti dilansir Antara, Nila menjelaskan Bio Farma merupakan perusahaan vaksin paling besar setelah Eropa, Amerika Serikat, dan India di dunia. Selain itu, sebanyak 70 persen kebutuhan vaksin secara global dipasok dari Indonesia, India, dan Tiongkok.

Vaksin Bio Farma juga telah mendapat sertifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Di Asia Tenggara, Bio Farma menjadi satu-satunya produsen vaksin yang mendapat sertifikasi dari WHO. Nila menyangkal anggapan yang ada bahwa vaksin Bio Farma yang murah, atau bahkan gratis bukan berarti kualitasnya tidak lebih bagus dari produk impor.

"Kenapa pertanyakan seolah-olah vaksin Bio Farma mutunya beda dengan produk luar. Padahal tidak," kata Nila.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan membeli langsung produk vaksin Bio Farma dan memberikan secara gratis kepada masyarakat dalam program imunisasi rutin.

Direktur Utama Bio Farma Juliman menerangkan Bio Farma telah mengekspor produknya ke 136 negara dan 50 di antaranya merupakan negara-negara Islam.

"Kami ekspor ke 50 negara Islam, termasuk Saudi. Sampai saat ini tidak ada isu halal haram," kata Juliman.

Pemerintah Indonesia tengah melaksanakan imunisasi ulang atau Outbreak Response Immunization (ORI) terkait kejadian luar biasa (KLB) difteri di 85 kabupaten-kota pada 11 provinsi Indonesia.

Pemerintah memastikan ketersediaan vaksin difteri yang diproduksi oleh Bio Farma mencukupi untuk pelaksanaan ORI maupun imunisasi rutin. Selain itu pemerintah memastikan ketersediaan antidifteri serum (ADS) untuk pengobatan pada pasien yang positif terjangkit difteri cukup untuk 2018. (*)

#Nila F Moeloek #Vaksinasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 September 2025
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” menyebut, rekayasa cuaca itu dilakukan agar penyakit TBC kembali tinggi sehingga berdampak pada penggunaan vaksin dan obat.
Frengky Aruan - Minggu, 06 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Tengah viral di media sosial informasi yang menyebut vaksin sengaja disiapkan sebelum penyakit tersebut muncul.
Frengky Aruan - Rabu, 11 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
TurnBackHoax menelusuri klaim pemberian bantuan sosial di laman resmi kemensos.go.id dan kemkes.go.id melalui mesin pencarian Google.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Mei 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin mRNA, TBC, dan Malaria Disebarkan Lewat Udara, Efeknya Memicu Sesak Napas
Informasi tersebut diunggah akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela”
Frengky Aruan - Minggu, 25 Mei 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin mRNA, TBC, dan Malaria Disebarkan Lewat Udara, Efeknya Memicu Sesak Napas
Bagikan