3 Hal Penting yang Wajib Diketahui Sebelum Invetasi Daring
Kenali sejumlah hal penting untuk memasak yang menyenangkan (Foto: Pixabay/nattanan23)
SEBELUM kamu memulai invetasi pada platform invetasi daring, kamu harus mengetahui beberapa hal penting. Hal tersebut dipaparkan oleh Presiden Direktur OVO & Co-Founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra.
Menurut Dharma, sebelum memulai investasi di platform invetasi daring, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dan dicek.
Baca Juga:
"Pertama, adalah izin. Masyarakat bisa cek langsung di web lembaga resmi seperti OJK, Bank Indonesia, dan Bappebti. Di sana tertera informasi izin legalnya," jelas Dharma, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Kemudian, Dharma menambahkan, diperlukan juga izin khusus untuk pengelola invetasi. Jangan sampai kamu terkecoh dengan invetasi bodong, yang biasanya mencatutkan izin usaha saja. Kemudian pastikan platform invetasi tersebut merupakan platform resmi. Jadi yang dimaksud resmi ialah transaksi dilakukan pada platform lama web atau aplikasi resmi yang terdaftar.
Dharma menjelaskan, bahwa banyak invetasi bodong yang transaksinya dilakukan di media sosial dan komunikasi, seperti pada Telegram.
"Perusahaan yang diawasi regulator punya platform resmi seperti website dan aplikasi. Investasi harus dilakukan di platform resmi," tutur Dharma.
Sementara itu, pastikan juga rekening resmi atas nama perusahaan, bukan atas nama perorangan. Dharma menjelaskan itu merupakan hal yang paling mudah mengenali platform investasi ilegal atau bukan.
Di sisi lain, Dharma menuturkan, bahwa pihaknya ingin mendorong masyarakat, agar bisa memahami pentingnya investasi. Seperti cara memilih produk serta layanan keuangan yang aman dan patuh pada regulasi hingga perizinan yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga:
Hal tersebut sejalan dengan apa yang dilakukan oleh OVO. Menurut Dharma, OVO menekankan bahwa mereka tidak mendukung segala kegiatan transaksi yang dilakukan platform tanpa izin dan legalitas resmi.
"Untuk itu, seluruh kerja sama OVO dengan mitra dilakukan melalui uji kelayakan dari berbagai aspek, termasuk aspek legal yang utama," jelas Dharma.
Dharma menambahkan, sebagai bentuk nyata dari komitmen OVO dalam aspek keamanan informasi dan perlindungan data pribadi, OVO sudah menerima sertifikasi ISO 28001 sejak tahun 2021. Dengan begitu, konsumen bisa bertransaksi secara aman dan nyaman.
Baru-baru ini, OVO juga berkolaborasi dengan Bareksa untuk menghadirkan OVO Invest, sebagai wujud nyata membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat. OVO Invest merupakan terobosan baru keuangan digital pertama di Indonesia, yang menciptakan sinergi antara e-money dan e-investment yang sudah menerima izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Layanan ini menggarisbawahi komitmen kami untuk memberikan akses yang terjangkau, terpercaya, dan nyaman bagi masyarakat dalam mengelola investasi, terutama bagi para investor pemula yang ingin memulai berinvestasi," kata jelas Dharma.
Dengan modal terjangkau dari mulai Rp10 ribu, masyarakat bisa berinvestasi. OVO juga menyediakan fitur pencairan instan seperti halnya OVO Cash, yang semakin memudahkan para investor. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Update Harga Emas Kamis (25/12): Naik 3 Hari Beruntun, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
Pengguna Pintu Futures Naik 37 Persen di Tengah Penurunan BTC 2025
Strategi Buy The Dip Kripto 2025, Begini Cara Cuan Saat Harga Turun
DCA Jadi Solusi Sederhana Tapi Efektif Tanpa Takut Terjebak Volatilitas Ekstrem
Hilirisasi SDA Ditargetkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Danantara Resmi Akuisisi Hotel dan Tanah Sekitar Masjid Al-Haram di Makkah
Pintu Gandeng OJK Edukasi Aset Kripto di Kampus Binus
Pintu-Blockvest Bongkar Kunci Sukses Bagi Mahasiswa yang Ingin Jadi Jutawan Lewat AI dan Blockchain