Kenali Sejumlah Hal Penting dalam Merawat Anak saat Pandemi

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 12 Maret 2021
Kenali Sejumlah Hal Penting dalam Merawat Anak saat Pandemi

ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan dalam merawat anak (Foto: pixabay/stocksnap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT pandemi COVID-19, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh orangtua dalam merawat anak. Hal itu dikemukakan oleh pakar dari RSIA Tumbuh Kembang Depok. Hal pertama yakni adalah nutrisi.

Menurut dr. Miza Dito Afrizal, nutrisi merupakan kebutuhan anak agar tumbuh kembang anak bisa sesuai dengan usianya.

Baca Juga:

Orangtua Abai akan Anak, ini 4 Dampak Fatalnya

Adapun pemenuhan nutrisi anak pun bisa menajga kesehatan tubuh anak, yang perlu dijaga. Hal itu berguna agar tubuh selalu bugar, khususnya di masa pandemi rentan akan paparan virus.

Hal pertama yang perlu diperhatikan yakni nutrisi bagi anak (foto: pixabay/ritaE)

Selain nutrisi, hal kedua yang perlu diperhatikan yakni imunisasi. Karena berguna untuk kekuatan antibodi anak agar bekerja dengan baik, apabila tubuhnya diserang virus maupun bakteri.

Kemudian, hal ketiga yang harus diperhatikan yakni menjadi semangat penting pada masa pandemi COVID-19 yakni sosialiasi.

"Ini tidak ada panduannya, tapi setiap hari ada yang mengeluh akibat pandemi anak- anak dikhawatirkan tidak bisa bersosialiasi. Padahal kegiatan sosialisasi bisa digantikan oleh anggota keluarga yang ada di rumah," tutur Miza, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Baca Juga:

Saran Ahli Gizi Agar Anak Gemar Makan Sayur

Selain itu, pada masa pandemi pun, untuk orangtua yang merupakan pekerja kantoran dan melakukan Work From Home (WFH), merupakan kesempatan untuk mendampingi anak bersosialisasi.

Orangtua sebaiknya jangan membiasakan mendiamkan si kecil (foto: pixabay/andrewangelov)

Sebagai orangtua, sebaiknya jangan membiasakan mendiamkan si kecil, saat ia harus berada di rumah saja, sementara orangtuanya bekerja. Karena kebiasaan membiarkan anak untuk main sendiri, tidak baik untuk perkembangan anak di masa mendatang.

Sebisa mungkin saat Work From Home, ayah atau bunda harus memberikan waktu untuk anak dan jadilah teman bagi anak, khususnya untuk anak-anak berusia 1-4 tahun. Karena anak-anak membutuhkan social experience saat nanti masa pandemi sudah selesai, mereka tahu seperti apa cara bersosialisasi dengan teman. (Ryn)

Baca Juga:

Tips Ampuh Membuat Konten Edukatif untuk Anak

#Anak #Ibu Dan Anak #Pendidikan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu terus diperkuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Bagikan