Parenting

Kenali Makna Tangis Pada Bayi

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 12 Agustus 2018
Kenali Makna Tangis Pada Bayi

Perhatikan tangisan bayi yang meminta sesuatu. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAYI belum bisa mengutarakan keinginan melalui kata kata. Mereka mengungkapkan keinginannya dengan cara komunikasi non verbal yakni dengan bahasa tubuh. Bayi usia 0-12 bulan akan mengungkapkan emosinya melalui ekspresi wajah seperti menangis, tertawa, dan lain sebagainya. Mereka tersenyum ketika mendengar suara ibunya atau terdiam dari tangis ketika digendong atau diberikan susu. Komunikasi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sosialisasi anak sudah mulai berkembang.

Bentuk komunikasi yang paling sering ditemukan oleh bayi adalah menangis. Tangisan pada bayi dikenal dengan istilah tantrum. Tantrum adalah ledakan emosi. "Biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional dan ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan," urai Psikolog, Rena Masri.

Tangisan bayi yang pecah tiba-tiba membuat orang tua kebingungan. Berikut beberapa makna tangisan bayi:

1. Lapar

Ketika lapar bayi belum bisa mengutarakan keinginannya untuk makan. Mereka akan menangis jika kelaparan. Perhatikan pola tangis bayi. Jika mereka menangis saat waktu tertentu segera beri mereka asupan makanan.

bayi
Perhatikan pola tangisnya. (Foto: Pexels/Bingo Theme)

2. Tidak Nyaman

Bayi bisa merasa tidak nyaman di kondisi-kondisi tertentu. Misalnya, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, celana atau popok basah karena buang air, bahan pakaian yang buruk, asesoris baju yang mengganggu, dan lain-lain.

3. Letih

Bayi bisa merasa letih saat harus ikut ibunya datang ke acara tertentu. Cara mereka menunjukkan letihnya yakni dengan menangis. Segera bawa ke tempat yang lebih tenang untuk menidurkan mereka. Selain itu, mereka akan menangis jika kurang tidur atau tidurnya sering terganggu.

bayi
Kegembiraan akan melupakan tangis. (Foto: Pexels/Henley Design Studio)

4. Takut atau Cemas

Tangis bayi bisa pecah jika ia digendong oleh orang asing. Mereka akan cemas saat tak mengenal orang yang menggendongnya.

5. Bosan

"Biasanya bayi akan menangis jika dibiarkan sendiri," ucap Rena. Terlalu lama tak diajak bermain membuat mereka bosan dan akhirnya menangis.

Jika kita sudah mengetahui penyebab mengapa bayi menangis, maka tentu saja cara kita menenangkan bayi tergantung dari apa yg menyebabkan terjadinya tangisan tersebut.

Berbeda dengan menangis pada umumnya, menurut Rena, yang dapat dilakukan oleh orang tua saat bayi nya mengalami tantrum, antara lain:

1. Tenangkan dengan memberikan pelukan

2. Tetap tenang dan rileks dalam menghadapi bayi yang sedang tantrum

3. Temukan penyebab mengapa bayi tantrum

4. Ajak bayi berkomunikasi. (avia)

#Bayi
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Warga Solo digegerkan penemuan jasad bayi laki-laki baru lahir di Kali Anyar, Mojosongo. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Seorang bayi perempuan ditemukan di depan rumah warga, Sukoharjo. Kejadian itu terjadi pada Senin (20/4) pukul 06.00 WIB.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Indonesia
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan kelalaian sekecil apa pun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Indonesia
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
RSHS siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan terkait insiden salah kasih bayi.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Indonesia
Bayi Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan Diklaim Percepat Layanan
Terkait skema pembiayaan bagi bayi yang baru lahir, saat ini memang BPJS Kesehatan sedang melakukan proses pendalaman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 April 2026
Bayi Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta BPJS Kesehatan  Diklaim Percepat Layanan
Indonesia
Hanya Bayi Baru Lahir dari Orang Tua PBI yang Otomatis Aktif BPJS-nya
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memastikan bayi baru lahir dari orang tua yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) otomatis menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Hanya Bayi Baru Lahir dari Orang Tua PBI yang Otomatis Aktif BPJS-nya
Indonesia
Kakak Terpaksa Tinggalkan Adik Bayi Dekat Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Isi Suratnya Bikin Haru
Bayi perempuan berusia dua hari itu ditinggalkan kakaknya, Zidan (12), setelah sang ibu meninggal dunia saat melahirkan
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Maret 2026
Kakak Terpaksa Tinggalkan Adik Bayi Dekat Gerobak Nasi Uduk di Pasar Minggu, Isi Suratnya Bikin Haru
Indonesia
Warga Ingin Adopsi Bayi Ibu Meninggal dan Diduga Ditinggalkan Kakak di Pasar Minggu Jakarta
Saat ditemukan, bayi itu memakai pakaian bermotif boneka beruang berwarna biru dan diselimuti selimut berwarna putih.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Maret 2026
Warga Ingin Adopsi Bayi Ibu Meninggal dan Diduga Ditinggalkan Kakak di Pasar Minggu Jakarta
Bagikan