Kesehatan

Jangan Anggap Enteng Psoriasis

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Rabu, 10 November 2021
 Jangan Anggap Enteng Psoriasis

Jenis psoriasis ada beberapa dengan gejala dan area infeksi tertentu. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PSORIASIS merupakan penyakit autoimun yang biasanya berhubungan dengan faktor genetik. Jenis autoimun kulit ini bisa terjadi di beberapa bagian tubuh.

Jenis psoriasis pertama adalah plaque psoriasis. Jenis psoriasis ini menyebabkan bercak (lesi) kulit yang kering, terangkat, dan merah ditutupi dengan sisik keperakan. Juga plak yang mungkin gatal atau lunak, dan bisa jadi ada sedikit atau banyak.

Baca Juga:

Tanpa Penanganan Tepat, Penyakit Autoimun Kulit Munculkan Komplikasi

psoriasis
Jenis psoriasis wajib diketahui. (Foto: Riviera Allergy Medical Center)

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV mengatakan plak psoriasis biasanya berupa plak yang muncul di siku, lutut, punggung bawah dan kulit kepala.

Jenis psoriasis kedua yakni nail psoriasis yang dapat mempengaruhi kuku tangan dan kuku kaki. Nail psoriasis menyebabkan pertumbuhan kuku yang tidak normal dan perubahan warna. "Kuku psoriasis mungkin mengendur dan terpisah dari dasar kuku (onikolisis). Kasus yang parah dapat menyebabkan kuku hancur," ungkap Amelia.

Sementara jenis psoriasis yang biasa terjadi pada orang dewasa muda dan anak-anak adalah guttate psoriasis. Guttate psoriasis ditandai dengan lesi kecil, berbentuk drop, bersisik pada batang tubuh, lengan atau kaki. "Jenis psoriasis ini biasanya dipicu oleh infeksi bakteri seperti radang tenggorokan," jelasnya.

Baca Juga:

Tiga Autoimun yang Terjadi di Masa Pandemi

cew
Jaga selalu kesehatan kulit. (Foto: Unsplash/Marco Xu)

Jika guttate psoriasis paling sering terjadi, jenis psoriasis yang jarang terjadi dikenal dengan pustular psoriasis. Pustular psoriasis menyebabkan lesi berisi nanah yang jelas terjadi di bercak luas (psoriasis pustular umum) atau di area yang lebih kecil di telapak tangan atau telapak kaki. Psoriasis lain yang juga cukup tidak lazim terjadi adalah erythrodermic psoriasis. "Psoriasis ini menutupi seluruh tubuh dengan ruam merah, mengelupas, bisa terasa gatal atau terbakar hebat," jelas Amelia.

Adapun Inverse psoriasis terjadi pada lipatan kulit selangkangan, bokong dan payudara. "Inverse Psoriasis menyebabkan bercak halus pada kulit merah yang memburuk dengan gesekan dan keringat. Infeksi jamur dapat memicu jenis psoriasis ini," terangnya.

Bukan hanya bercak merah, psoriasis juga bisa menyebabkan bengkak dan nyeri sendi misalnya psoriatic arthritis. Terkadang gejala sendi adalah gejala atau tanda pertama atau satu-satunya dari psoriasis. Gejalanya berkisar dari ringan hingga parah dan radang sendi psoriatik dapat mempengaruhi sendi mana pun. "Ini dapat menyebabkan
kekakuan dan kerusakan sendi progresif yang dalam kasus yang paling serius dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen," pungkasnya. (avia)

Baca Juga:

Kenali Kanker Kulit Ganas Melanoma

#Kesehatan #Autoimun Kulit #Penyakit Autoimun
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Bagikan