Kenali Gejala Depresi ini Agar Tidak Tergoda Bunuh Diri

Rina GarminaRina Garmina - Selasa, 25 Juli 2017
Kenali Gejala Depresi ini Agar Tidak Tergoda Bunuh Diri

Depresi dapat memicu hasrat bunuh diri. (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH video yang beredar di grup WhatsApp memperlihatkan seorang perempuan terjatuh setelah loncat dari lantai lima apartemen di Bandung. Tak lama kemudian, muncul satu video lagi yang menayangkan adegan saat perempuan lainnya menyusul melompat dari unit yang sama. Keduanya ternyata kakak beradik.

Menurut kakak kandung kedua pelaku bunuh diri tersebut, Rionald Parubak, kedua adiknya itu telah delapan tahun mengalami gangguan psikis. Tepatnya, setelah ibu kandung mereka meninggal dunia. Sebelumnya, vokalis Linkin Park Chester Bennington dan juga meninggal akibat gantung diri. Chester dikabarkan telah lama mengalami depresi.

Ya, stres yang dinilai optimum adalah baik adanya, namun stres berkepanjangan bila tidak ditangani secara tepat memang bisa memicu depresi. "Kondisi depresi, dari gejala ringan sampai berat," ungkap Psikolog keluarga Pusat Konsultasi Psikologi Terapan (PKPT) Universitas Pancasila Arie Radyaswati kepada merahputih.com baru-baru ini.

Menurut Arie, stres berkepanjangan tak hanya berdampak terhadap fisik, tapi juga kondisi psikologis dan kognitif.

Indikator depresi

Ada beberapa indikator depresi yang dapat Anda kenali. Mulai dari perasaan selalu gagal, sulit konsentrasi, sulit tidur, rasa tidak berdaya dan selalu merasa tidak mampu mengatasi persoalan, rasa tidak dicintai dan tidak dihargai. Indikator lain yang juga bisa dikenali sebagai indikator depreasi ialah sikap pesimistis, lelah dan hilang minat untuk beraktivitas, rasa bersalah mendalam serta konsep diri rendah sampai timbulnya keinginan bunuh diri.

Arie menyarankan individu selayaknya mampu mengenali diri sendiri dengan baik agar terhindar dari stres berkepanjangan. Individu juga harus dapat mengetahui kekuatan, kelemahan serta kerapuhan diri dalam menyikapi persoalan hidup sehari-jari. "Kesadaran ini penting dalam situasi yang membuat diri merasa sudah tidak berdaya dan terbatas," ujarnya.

Ketika individu telah tersadar telah mengalami stres atau depresi, ia sebaiknya segera mencari bantuan. Bantuan awal dapat dimulai dari kemauan membuka diri pada orang-orang terdekat atau dengan meminta bantuan ahli seperti psikolog atau psikiater.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa beda psikolog dengan psikiater. Psikolog berlatar pendidikan psikologi, sedangkan psikiater berlatar pendidikan kedokteran dengan spesialisasi kejiwaan. Saat Anda stres dan konsultasi dengan para ahli ini, mereka akan memeriksa gejala, penyebab, tata laksana terapi serta cara-cara pencegahan lebih lanjut.

Jangan anggap sepele stres yang berkepanjangan. Sebelum terlambat hingga menumbuhkan hasrat bunuh diri, Anda sebaiknya segera konsultasikan dengan para ahli dalam bidangnya. (*)

Untuk menekan aksi bunuh diri, ada peringatan Hari Anti Bunuh Diri Sedunia. Anda bisa mendapatkan informasinya di sini: 10 September: Hari Anti Bunuh Diri Sedunia.

#Bunuh Diri #Depresi #Depresi Ringan #Stres #Usir Stres #Mahasiswa Bunuh Diri
Bagikan
Ditulis Oleh

Rina Garmina

Cooking Mama :)

Berita Terkait

Lifestyle
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Dari 80 persen pemicu masalah kesehatan jiwa pekerja berasal dari kondisi kerja itu sendiri, mulai dari tuntutan pekerjaan yang tidak realistis,
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Langkah Atasi Lingkungan Kerja Toksik Biar Tetap Produktif
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Bagikan