Kenali Deretan Bahaya Makanan Manis Pada Anak

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 14 Juni 2020
Kenali Deretan Bahaya Makanan Manis Pada Anak

Kenali deretan bahaya makanan manis bagi si kecil(Foto: pixabay/dariayakovleva)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANAK-ANAK biasanya sangat menyukai makanan manis. Seperti halnya es krim, permen, kue, dan cokelat. Meski diminati si kecil, pemberian makanan manis berlebihan bisa mengundang bahaya bagi kesehatannya.

Makanan manis yang mengandung banyak gula memang bisa diterima dengan mudah lidah naak. Gula merupakan salah satu sumber energi, namun rendah nutrisi dan tinggi kalori.

Baca Juga:

Agar Anak Tak Bosan #DirumahAja, Ikuti Tips Ampuh Ini

Sering memberikan makanan manis dapat pula mengakibatkan anak menjadi ketagihan dan kecanduan gula. Sebab, gula masuk ke dalam tubuh si kecil, akan diartikan sebagai sesuatu menyenangkan oleh otak.

Hal itu menyebabkan anak kecanduan ingin makan makanan manis bahkan tinggi gula. Padahal, kecanduan gula atau makanan manis bisa membuat si kecil ataupun orang tua kesulitan dalam membatasi asupan gula.

Batasi asupan gula pada si kecil (Foto: pixabay/ajel)

Anak-anak berusia 2-18 tahun dianjurkan untuk mengonsumsi tak lebih dari 25 gram gula per hari, atau tak lebih dari 6 sendok teh gula setiap harinya. Sementara anak di bawah 2 tahun, tidak dianjurkan mengonsumsi gula tambahan sama sekali.

Bahaya makanan manis pada anak-anak paling utama obesitas, karena gula rendah nutrisi tapi tinggi kalori. Dengan begitu, bila si kecil terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, kalori yang berasal dari gula menumpuk di tubuh.

Alhasil, anak-anak penggemar makanan manis berisiko tinggi mengalami obesitas, terutama jika tak diimbangi dengan pengeluaran kalori yang cukup.

Anak-anak yang mengalami obesitas sejak kecil, cendrung akan bertambah berat badannya hingga dewasa. Jadi sebaiknya perbaiki pola makan sejak kecil.

Baca Juga:

Ingin Tetap Sehat Saat #DiRumahAja? Ini Tipsnya

Bahaya kedua, makanan manis berlebihan bagi anak akan muncul penyakit kronis. Mengonsumsi makanan manis bisa meningkatkan risiko mengalami penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan kolesterol tinggi, bahkan sejak usia dini.

Penelitian mengungkapkan, terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis bisa meningkatkan tekanan darah dan merangsang hati membuang lebih banyak lemak jahat ke dalam aliran darah. Kedua hal itu bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan diabetes.

Bahaya ketiga tak lain kerusakan gigi. Bila si kecil terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula juga bisa menyebabkan anak mengalami kerusakan gigi.

Sisa gula yang menumpuk di celah gigi si kecil akan bercampur dengan bakteri mulut. Bila tak segera dibersihkan, bisa menyebabkan sakit gigi seperti sakit dan gigi berlubang hingga kerusakan permanen pada gigi.

Bahaya keempat, menurunkan kecerdasan anak. Seperti dilansir dari laman alodokter, sebuah penelitian mengungkapkan jika anak yang mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, cendrung memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah dibandingkan tak mengonsumsi banyak gula.

Mengonsumsi gula berlebihan bisa menurunkan kemampuan si kecil untuk memahani informasi yang diucapkan, menyampaikan informasi melalui kata-kata dengan baik, mengoordinasikan penglihatan dalam aktivitas fisik serta memecahkan masalah.

Ganti asupan manis dari cokelat atau permen menjadi buah-buahan (Foto: pixabay/silviarita)

Kelima, makanan manis bisa berdampak pada perilaku anak karena asupan gula bisa memicu kenaikan gula darah secara drastis dan mengakibatkan si kecil menjadi hiperaktif.

Hiperaktif merupakan kondisi saat anak-anak mengalami peningkatan gerakan, tindakan impulsif, dan mudah teralihkan atau terdisktraksi.

Salah satu cara menghindari bahaya makanan manis pada si kecil, dengan mengganti makanan manis seperti permen atau cokelat, dengan buah-buahan yang memiliki rasa manis alami. (Ryn)

Baca Juga:

Facebook dan Google Semakin Gencar Perangi Eksploitasi Anak

#Anak #Anak Kecil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu terus diperkuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Bagikan