Kenali 5 Bahaya Onani Berlebihan bagi Pria, Apa Saja?
Ini 5 bahaya onani berlebihan, pria wajib baca. (Foto: Pexels/Anna Shvets)
MerahPutih.com - Onani atau masturbasi merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, maka dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan.
Lalu, apa saja risiko yang disebabkan dari onani berlebihan? Bagi pria yang terlalu sering melakukan onani, maka kenali beberapa bahayanya di bawah ini.
Baca juga:
5 Bahaya Onani Berlebihan bagi Pria
Berikut ini adalah lima bahaya onani berlebihan yang perlu diketahui oleh para pria:
1. Penurunan Sensitivitas Seksual
Onani berlebihan dapat mengurangi sensitivitas seksual. Akibatnya, pria mungkin merasa sulit mencapai orgasme saat berhubungan seksual dengan pasangan.
Selain itu, kebiasaan ini juga bisa mengganggu kehidupan seksual dan mempengaruhi kepuasan dalam hubungan.
2. Kelelahan Fisik
Masturbasi yang dilakukan terlalu sering dapat menyebabkan kelelahan fisik. Aktivitas berulang ini dapat menguras energi tubuh, membuat Anda merasa lemas, kurang bertenaga, hingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga:
3. Masalah Psikologis
Onani berlebihan juga dapat memicu perasaan bersalah, cemas, atau bahkan depresi. Perasaan ini bisa semakin buruk jika pria merasa ketergantungan atau tidak bisa mengendalikan dorongan untuk terus melakukan onani.
4. Iritasi Kulit
Aktivitas onani yang berlebihan dan tidak dilakukan dengan hati-hati dapat menyebabkan iritasi pada area genital. Kulit di sekitar penis bisa menjadi lecet atau memerah, yang pada akhirnya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Baca juga:
5. Gangguan Kesehatan Reproduksi
Onani berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi pria. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini. Jika dilakukan terlalu sering, maka dapat mempengaruhi kualitas sperma dan mengurangi kesuburan.
Meski onani adalah hal normal, penting bagi pria untuk melakukannya secara seimbang agar terhindar dari dampak negatif yang bisa muncul. (waf)
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya