MerahPutih.com - Data sumber penghasilan utama pada 2020, jumlah rumah tangga tergolong miskin di Indonesia sebagian besar bekerja di sektor pertanian yang mencapai 46,30 persen. Sisanya disumbang industri sebesar 6,58 persen dan lainnya 32,10 persen.
"Ini merupakan pekerjaan rumah yang perlu kita perhatikan," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam webinar yang diselenggarakan INDEF secara virtual, Rabu (17/2).
Baca Juga:
PSBB Ketat di DKI Bisa Picu Kemiskinan Ekstrem
Selain itu, jumlah pengangguran juga bertambah 2,67 juta orang, sehingga terjadi pergeseran (shifting) tenaga kerja dari kota ke desa, termasuk ke sektor pertanian. Jumlah tenaga kerja pertanian pun meningkat menjadi 29,76 persen dari total distribusi tenaga kerja.
Ia menegaskan, meski kontribusi pertanian terhadap PDB cukup besar, yakni 13,7 persen, beban akibat bertambahnya tenaga kerja menjadi persoalan yang dihadapi di sektor ini, terutama produktivitas pertanian yang juga semakin menurun.
"Ketika share PDB hanya 13 persen, sementara harus menanggung 29,76 persen, tidak bisa dibayangkan beban pertanian menjadi berat," katanya.
Ia menilai, kinerja sektor pertanian yang tumbuh positif di saat pandemi COVID-19, harus disyukuri karena berdampak pada perekonomian Indonesia yang terpuruk, serta kondisi dengan bertambahnya pengangguran dan jumlah penduduk miskin.
"Mengingat perannya sebagai produsen pangan, kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah harus berpihak pada petani, tidak hanya pada konsumen semata," katanya dikutip Antara.
BPS mencatat bahwa sepanjang 2020, pertanian merupakan satu dari tujuh sektor yang tumbuh positif, sedangkan 10 sektor lainnya mengalami kontraksi. Dalam struktur PDB Indonesia, kontribusi sektor pertanian menyumbang cukup besar, yakni 13,7 persen. (*)
Baca Juga:
Ini Angka Prediksi Kemiskinan Setelah Pandemi COVID-19