Kementerian PUPR Perbaiki 573 RTLH Pesisir Selatan

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Jumat, 23 Juni 2017
Kementerian PUPR Perbaiki 573 RTLH Pesisir Selatan

Ilustrasi pembangunan Kemnterian PUPR. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2017 akan memperbaiki sebanyak 573 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

"Perbaikan RTLH akan dilakukan di Kecamatan IV Jurai, Sutera dan Lengayang, dengan anggaran Rp15 juta per unit," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Pesisir Selatan, Mukhridal di Painan, Kamis (22/6).

Ia menambahkan saat ini proses penerimaan bantuan masih dalam tahap melengkapi administrasi, diperkirakan pada Januari 2018 pembangunan sudah bisa dimulai.

Menurutnya bantuan perbaikan rumah ini belum semua terakomodasi, karena jumlah RTLH seperti di IV Jurai sebanyak 221 sementara yang akan dibangun baru 122 unit.

Kemudian di Kecamatan Sutera sebanyak 783 unit yang akan dibangun hanya 174 unit, begitu juga dengan Lengayang sebanyak 610 unit yang akan dibangun 277 unit.

"Mudah-mudahan tahun depan kekurangan ini bisa dicukupi oleh kementerian terkait," tambahnya.

Ia meminta agar bantuan pembangunan rumah ini tidak menjadi pertentangan di tengah-tengah masyarakat, karena penerima bantuan ditentukan langsung oleh kementerian terkait.

"Tidak ada campur tangan kabupaten, kami hanya memberikan data beserta alamat pemilik rumah tidak layak huni, seterusnya siapa yang menerima kementerian terkait yang menentukan, setelah itu kami melakukan survei untuk memastikan keakuratan data penerima," jelasnya.

Jika pada survei tersebut diketahui penerima telah pindah tempat tinggal atau perekonomiannya sudah membaik, maka sesuai aturan bisa dialihkan ke rumah tidak layak huni lainnya, namun pada lokasi yang berdekatan.

Sesuai dengan data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan setempat rumah tidak layak huni di daerah itu berjumlah 6.387 unit, dan terbanyak berada di Kecamatan Ranah Pesisir yang berjumlah 904 unit.

Tokoh masyarakat Lakitan Tengah, Lengayang, yang juga wali nagari di daerah setempat, Irwandi, mengatakan program bantuan rumah bagi keluarga kurang mampu harus terus digalakkan.

Menurutnya dengan bantuan rumah maka keluarga yang kurang beruntung bisa fokus kepada hal lain seperti kesehatan dan juga pendidikan.

Sumber: ANTARA

#Kementerian PUPR #Pesisir Selatan #Sumatera Barat
Bagikan
Ditulis Oleh

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu

Berita Terkait

Lifestyle
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Musisi asal Sumatera Barat, Miya Maharani yang dikenal dengan nama panggung Bumiy, merilis lagu berjudul “Hati Bertali”, sebagai ruang perenungan sekaligus penguat perasaan bagi mereka yang mengalami perpisahan
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Indonesia
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Tindakan tersebut dinilai merupakan pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus diusut hingga ke akar permasalahannya.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Indonesia
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba
Amblesan tersebut terjadi akibat proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba
Indonesia
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
Setidaknya ada 200 orang mengungsi ke musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
Indonesia
Hutan di Sumbar Kian Menyusut, DPR Desak Rehabilitasi Hutan Bukit Barisan
Hutan di Sumatera Barat kini kian menyusut. DPR pun mendesak adanya rehabilitasi Hutan Bukit Barisan.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Hutan di Sumbar Kian Menyusut, DPR Desak Rehabilitasi Hutan Bukit Barisan
Indonesia
Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan Sumbar Belum Dialiri Listrik, Kapolda: Akses Jalan Terputus dan Potensi Bencana Susulan
Ada tujuh titik yang belum dialiri listrik, 6 di antaranya Kabupaten Agam dan satu di Kabupaten Pesisir Selatan
Frengky Aruan - Minggu, 07 Desember 2025
Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan Sumbar Belum Dialiri Listrik, Kapolda: Akses Jalan Terputus dan Potensi Bencana Susulan
Indonesia
Sungai di Agam Sumbar Meluap Lagi, Jembatan Darurat Buatan TNI-Polri Hanyut
Jembatan darurat itu hanyut terbawa arus akibat hujan deras yang berlangsung sekitar satu jam membuat air sungai langsung membesar.
Wisnu Cipto - Sabtu, 06 Desember 2025
Sungai di Agam Sumbar Meluap Lagi, Jembatan Darurat Buatan TNI-Polri Hanyut
Indonesia
Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Kabupaten Agam Terdampak Abu Vulkanis
Kecamatan Baso dan Kecamatan Canduang di Kabupaten Agam menjadi dua daerah yang terpapar kabut abu vulkanis ini.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Desember 2025
Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Kabupaten Agam Terdampak Abu Vulkanis
Indonesia
Waspadai Ancaman Banjir Rob Pesisir Sumbar 3-7 Desember
BMKG mengimbau masyarakat di tepi pantai atau wilayah pesisir Sumbar dan Mentawai agar tetap waspada
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Desember 2025
 Waspadai Ancaman Banjir Rob Pesisir Sumbar 3-7 Desember
Indonesia
Gubernur Sumbar Instruksikan Manfaatkan Kunjungan Pejabat Pusat untuk Korban Banjir
Gubernur menyebutkan sejak Jumat (28/11), sejumlah pejabat pusat telah mulai berdatangan ke Sumbar untuk melihat langsung dampak bencana.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Desember 2025
Gubernur Sumbar Instruksikan Manfaatkan Kunjungan Pejabat Pusat untuk Korban Banjir
Bagikan