Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba

Sinkhole yang muncul di Lima Puluh Kota, Sumbar.(foto: Instagram @rinto_joss_99)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — FENOMENA sinkhole yang terjadi kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, menjadi sorotan belakangan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan fenomena amblesan tanah atau sinkhole itu bukan disebabkan runtuhan batu gamping.

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria, dikutip ANTARA, Rabu (7/1), menyebut, sebagaimana warta yang mereka terima peristiwa tanah ambles terjadi pada 4 Januari 2026 dan ditandai dengan terbentuknya lubang berdiameter sekitar 20 meter dengan kedalaman kurang lebih 15 meter di lahan pertanian milik warga.

Berdasarkan kajian tim dari Badan Geologi, kata Lana, didapati amblesan tersebut terjadi akibat proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia menyebut tim mendapati lokasi kejadian berada pada endapan lapukan batuan vulkanis berupa tuf batu apung dan bukan pada batuan batu gamping sebagaimana umumnya sinkhole terbentuk.

Lapisan batuan tersebut, lanjutnya, memiliki tekstur halus dan mengandung mineral lempung, dengan bagian bawah berupa batu gamping malihan yang bersifat kedap air. Hal itu memicu aliran air tertahan dan menggerus lapisan tanah di atasnya. Selain faktor jenis batuan, kata dia, intensitas curah hujan yang relatif tinggi di wilayah tersebut, yakni sekitar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun, turut mempercepat proses erosi bawah permukaan yang memicu amblesan.

Baca juga:

Jalan di Bangkok Ambles 50 Meter, Aktivitas Warga dan Layanan Rumah Sakit Terganggu



Badan Geologi menyebut secara teknis amblesan diawali terbentuknya rekahan di permukaan tanah, yang kemudian menjadi jalur masuk air ke tanah, membentuk rongga bawah permukaan hingga akhirnya tanah runtuh. Ia menjelaskan fenomena yang sama juga berpotensi terjadi di lokasi pertanian lain dengan kondisi geologi dan tata guna lahan serupa, terutama pada lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi yang kurang baik.

Kendati demikian, kata dia, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan apabila muncul retakan tanah yang membesar, serta segera melaporkan kepada aparat setempat agar dapat dikoordinasikan dengan instansi berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Badan Geologi merekomendasikan lubang yang terbentuk akibat sinkhole dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan air dengan membuat pagar pengaman di sekitar lubang.(*)

Baca juga:

7 Jembatan Ambles Akibat Banjir Bandang Puncak, Kepala BNPB Janji Perbaikan Beres Sebelum Lebaran

#Sumatera Barat #Lima Puluh Kota #Sinkhole
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Tindakan tersebut dinilai merupakan pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus diusut hingga ke akar permasalahannya.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Indonesia
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba
Amblesan tersebut terjadi akibat proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba
Indonesia
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
Setidaknya ada 200 orang mengungsi ke musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak
Indonesia
Hutan di Sumbar Kian Menyusut, DPR Desak Rehabilitasi Hutan Bukit Barisan
Hutan di Sumatera Barat kini kian menyusut. DPR pun mendesak adanya rehabilitasi Hutan Bukit Barisan.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Hutan di Sumbar Kian Menyusut, DPR Desak Rehabilitasi Hutan Bukit Barisan
Indonesia
Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan Sumbar Belum Dialiri Listrik, Kapolda: Akses Jalan Terputus dan Potensi Bencana Susulan
Ada tujuh titik yang belum dialiri listrik, 6 di antaranya Kabupaten Agam dan satu di Kabupaten Pesisir Selatan
Frengky Aruan - Minggu, 07 Desember 2025
Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan Sumbar Belum Dialiri Listrik, Kapolda: Akses Jalan Terputus dan Potensi Bencana Susulan
Indonesia
Sungai di Agam Sumbar Meluap Lagi, Jembatan Darurat Buatan TNI-Polri Hanyut
Jembatan darurat itu hanyut terbawa arus akibat hujan deras yang berlangsung sekitar satu jam membuat air sungai langsung membesar.
Wisnu Cipto - Sabtu, 06 Desember 2025
Sungai di Agam Sumbar Meluap Lagi, Jembatan Darurat Buatan TNI-Polri Hanyut
Indonesia
Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Kabupaten Agam Terdampak Abu Vulkanis
Kecamatan Baso dan Kecamatan Canduang di Kabupaten Agam menjadi dua daerah yang terpapar kabut abu vulkanis ini.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Desember 2025
Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Kabupaten Agam Terdampak Abu Vulkanis
Indonesia
Waspadai Ancaman Banjir Rob Pesisir Sumbar 3-7 Desember
BMKG mengimbau masyarakat di tepi pantai atau wilayah pesisir Sumbar dan Mentawai agar tetap waspada
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Desember 2025
 Waspadai Ancaman Banjir Rob Pesisir Sumbar 3-7 Desember
Indonesia
Gubernur Sumbar Instruksikan Manfaatkan Kunjungan Pejabat Pusat untuk Korban Banjir
Gubernur menyebutkan sejak Jumat (28/11), sejumlah pejabat pusat telah mulai berdatangan ke Sumbar untuk melihat langsung dampak bencana.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Desember 2025
Gubernur Sumbar Instruksikan Manfaatkan Kunjungan Pejabat Pusat untuk Korban Banjir
Indonesia
Sumatra Barat Berangsur Pulih dari Bencana Banjir dan Longsor
Perkembangan kondisi baik di Sumbar semakin didukung dengan cuaca yang tak lagi hujan hasil operasi modifikasi cuaca (OMC).
Dwi Astarini - Senin, 01 Desember 2025
Sumatra Barat Berangsur Pulih dari Bencana Banjir dan Longsor
Bagikan