MERAHPUTIH.COM — GUNUNG Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, erupsi pada Minggu (1/3) pukul 15.11. Pos Gunung Api (PGA) melaporkan erupsi Gunung Marapi dengan lontaran abu setinggi 1.500 meter mengarah ke tenggara.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara," kata petugas PGA Gunung Marapi Ilhamdi Saputra, dikutip ANTARA.
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter, serta berdurasi sekitar 68 detik. Saat ini, gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut berstatus Level II atau Waspada. Artinya, masyarakat dilarang berkegiatan di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).
Baca juga:
Kembali Erupsi, Gunung Marapi Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter
Selain itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi tersebut, terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.
Petugas PGA secara berkesinambungan terus mengingatkan tumpukan material akibat letusan gunung api tersebut dapat menyebabkan kemunculan aliran air yang sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin.
Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan karena sangat rentan dan berbahaya terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Hal yang paling mungkin terjadi yakni banjir lahar dingin seperti peristiwa 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa.(*)
Baca juga:
Gunung Marapi Sumbar Erupsi, Kabupaten Agam Terdampak Abu Vulkanis

