Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Banjir Bandang Terjang Pasar Maninjau Agam, 40 Rumah Terdampak

Evakuasi wilayah terdampak di Sumatra. (Foto: dok. BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBANYAK 40 rumah terdampak banjir bandang akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (1/1).

“Sebanyak 40 unit rumah tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang. Material banjir bandang masuk ke rumah," kata Bupati Agam, Benni Warlis, di Lubuk Basung, dikutip ANTARA, Kamis.

Ia mengatakan rumah yang terdampak akan lebih banyak karena air sudah melebar ke daerah lain setelah aliran sungai tersumbat material longsor sehingga air mengalir ke lokasi lain dalam kondisi hari tidak hujan pada Rabu (31/12/2025). Ia menambahkan setidaknya ada 200 orang mengungsi ke musala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah. Mereka ketakutan dengan material turun dan kondisi ini sudah lima kali terjadi semenjak akhir November 2025.

"Air sungai disertai material turun beberapa kali setelah tanah longsor melanda hulu sungai. Kondisi ini kurang baik bagi mereka, karena saat mereka pulang ke rumah, ada bunyi dentuman di hulu sungai. Akibatnya, mereka kembali mengungsi," kata Benni.

Baca juga:

Pengecoran Jembatan Malalak Agam Dikebut, Ditargetkan Selesai Awal Januari 2026



Ia menambahkan kondisi ini mencekam karena aliran sungai sebelumnya sudah berpindah dan mengancam banyak rumah lain. Sementara itu, lokasi aliran sungai sudah aman mengingat air sungai mengering setelah aliran berpindah. Kondisi tersebut, lanjutnya, bakal disampaikan ke Gubernur Sumbar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V untuk penanganan secara teknis yang perlu keilmuan. "Bagaimana kami mencarikan masalahnya dan saat ini kami hanya menyelesaikan sungai yang tersumbat di hilir sungai apabila terjadi longsor," kata Benni.

Ia mengatakan material banjir bandang menimbun satu alat berat yang sedang parkir. Alat berat yang disediakan di lokasi ada empat unit di luar yang tertimbun. "Alat berat tersebut untuk membersihkan material banjir bandang yang menimbun badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi, sehingga jalan tidak bisa dilalui," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Agam Albert mengingatkan agar kondisi tersebut dicarikan solusi guna menyikapi ketakutan warga di sepanjang sungai tersebut.

"Ini harus disikapi segera, agar masyarakat menjadi nyaman," katanya.(*)

Baca juga:

Lumpur Setinggi Lutut Bukan Halangan! JHL Foundation dan IOF Bukittinggi Tembus Jalur Maut Demi Kirim Logistik ke Agam

#Kabupaten Agam #Sumatera Barat #Banjir Bandang
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Pembangunan Hunian Sementara di Sumatera Barat Difokuskan di 4 Lokasi, Berikut Daftarnya
Pantauan di lapangan memperlihatkan pekerjaan pembangunan huntara di beberapa titik berjalan dalam berbagai tahapan
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Pembangunan Hunian Sementara di Sumatera Barat Difokuskan di 4 Lokasi, Berikut Daftarnya
Indonesia
Pemerintah Janji Evaluasi Bencana dari Hulu Sampai Hilir, Bakal Bikin Tim Penanggulangan
embentukan tim ini tidak dilakukan dari nol, mengingat beberapa kementerian telah memiliki rancangan dan desain penanganan banjir yang saling melengkapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Pemerintah Janji Evaluasi Bencana dari Hulu Sampai Hilir, Bakal Bikin Tim Penanggulangan
Indonesia
Perparah Bencana di Sumatera Utara, 6 Perusahaan Digugat KLH
KLH bekerja sama dengan Bareskrim Polri sedang menyelidiki dugaan tindak pidana beberapa perusahaan yang beroperasi di Aceh dan Sumatra Utara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Perparah Bencana di Sumatera Utara, 6 Perusahaan Digugat KLH
Indonesia
Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum dan lembaga pendidikan keagamaan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur
Lifestyle
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Musisi asal Sumatera Barat, Miya Maharani yang dikenal dengan nama panggung Bumiy, merilis lagu berjudul “Hati Bertali”, sebagai ruang perenungan sekaligus penguat perasaan bagi mereka yang mengalami perpisahan
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Indonesia
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Kerusakan dan kerugian paling besar dialami Kabupaten Agam dengan total Rp 10,49 triliun, disusul Kabupaten Padang Pariaman Rp 5,48 triliun, dan Kota Padang sebesar Rp 4,88 triliun.
Frengky Aruan - Jumat, 16 Januari 2026
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Indonesia
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
BNPB juga terus melakukan validasi lahan dan penetapan zona aman
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Indonesia
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Pemerintah tidak hanya menghitung kerugian materiil, tetapi juga biaya pemulihan lingkungan secara menyeluruh
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Indonesia
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Tindakan tersebut dinilai merupakan pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus diusut hingga ke akar permasalahannya.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Indonesia
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba
Amblesan tersebut terjadi akibat proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Badan Geologi Jelaskan Asal Mula Sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, tak Terjadi Tiba-Tiba
Bagikan