Gubernur Sumbar Instruksikan Manfaatkan Kunjungan Pejabat Pusat untuk Korban Banjir
Kondisi jalan nasional yang dihantam banjir bandang di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar
MerahPutih.com - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi menegaskan pemerintah segera melakukan pemetaan daerah terdampak bencana alam yang hingga kini belum tersentuh bantuan maksimal akibat akses jalan terputus.
“Dari hasil laporan dan pantauan, terdapat sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian khusus, karena akses jalan terputus. Jangan sampai ada warga yang luput dari perhatian. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” kata Mahyeldi, di Padang, Senin (1/12).
Khusus akses jalan yang putus total di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional tengah mengupayakan pembangunan jalan darurat yang ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan.
Baca juga:
BNPB Ungkap Data Terbaru Bencana Alam Sumatra: 166 Meninggal di Sumut, 90 di Sumbar
Mahyeldi menekankan daerah terdampak terutama kawasan permukiman di lereng perbukitan dan sepanjang aliran sungai. Menurutnya, percepatan penanganan bencana hanya dapat dilakukan jika memiliki data yang cepat, akurat, dan lengkap.
“Butuh informasi yang benar-benar lengkap dan akurat agar penanganannya bisa lebih cepat. Jadi datanya jelas, rapi dan siap ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pejabat Pusat Mulai Berdatangan
Gubernur menyebutkan sejak Jumat (28/11), sejumlah pejabat pusat telah mulai berdatangan ke Sumbar untuk melihat langsung dampak bencana.
Mahyeldi menilai kehadiran mereka harus dimanfaatkan untuk memperkuat dukungan pusat dalam percepatan penanganan dan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi.
Baca juga:
Namun, dia mengingatkan seluruh tim di posko terpadu bencana agar bekerja lebih terkoordinasi untuk memastikan setiap laporan lapangan terhimpun dengan baik, termasuk komunikasi dengan kabupaten dan kota terdampak.
“Perhatian dari berbagai pihak ini harus kita manfaatkan, dan itu hanya bisa dilakukan bila data lengkap dan akurat,” tandas orang nomor satu di Pemprov Sumbar itu, dilansir Antara. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Sejumlah Perjalanan Kereta Api ‘Ngaret’ sampai 2,5 Jam Pasca Rel Terendam Banjir di Pantura Jawa Tengah
1.790 Pasukan Orange Disiagakan Angkut Sampah Bekas Banjir
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Jembatan Bailey Kutablang Aceh Kini Dijaga 24 Jam, Gara-Gara Ini!
Warga Bekasi Terutama di Wilayah Rawan Banjir Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir
Satgas PKH Tindak 23 Subjek Hukum Pemicu Bencana Sumatera
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Pemulihan Pertanian Sumatera Rp 5,1 Triliun