MerahPutih.com - Pemerintah tengah mempercepat pembangunan empat titik lagi hunian sementara (Huntara) di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga segera ditempati masyarakat yang masih tinggal di tenda pengungsian.
"Ada beberapa yang masih di tenda dan minta percepatan. Insya Allah kita coba kejar sebelum Lebaran diselesaikan, ada empat titik lagi yang diminta kita kerjakan di Aceh Tamiang," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan Kementerian PU di Aceh Tamiang, Rabu (25/2).
Kementerian PU sudah membangun sebanyak 20 blok Huntara atau sekitar 240 hunian (22 pintu per blok) pada dua lokasi berbeda di Aceh Tamiang. Selanjutnya, penambahan di empat lokasi lainnya.
"Di sini (Desa Bundar) ada 13 blok yang kita sudah bangun, di sebelah sana juga ada tujuh blok ya, total masih 20 blok, dan nanti masih ada empat titik lagi," ujarnya.
Baca juga:
Kementerian PU Bangun Huntara Modular Bagi Korban Bencana, Rampung Sebelum Ramadan
Dirinya berharap, pembangunan Huntara selanjutnya benar-benar selesai dikerjakan sebelum Lebaran Idul Fitri, sehingga nantinya masyarakat tidak lagi di tenda pengungsian.
"Mudah-mudahan, mohon doa semua agar warga kita yang masih ada di tenda pengungsian bisa semuanya segera masuk kepada rumah-rumah hunian," katanya.
Dalam kesempatan ini, Menteri Dody juga menegaskan, terkait siapa-siapa yang menempati Huntara, dilaksanakan berdasarkan data atau list dari pemerintah daerah setempat dan BNPB. Artinya, tinggal menunggu waktunya saja sampai pembangunan Huntara selesai.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, semua pengungsi bakal masuk atau menempati rumah hunian sementara. Hanya saja prosesnya panjang, mulai dari pencarian lahan hingga pembangunannya.
"Insya Allah, kita upayakan rekan-rekan yang di tenda secepatnya bisa keluar dari tenda. Hanya membutuhkan waktu saja," demikian Dody Hanggodo.
Pernyataan itu disampaikan Dody Hanggodo kepada awak media usai melaksanakan sahur bersama masyarakat yang tinggal di Huntara Kementerian PU di Desa Bundar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.