Kemenlu Baru Berhasil Evakuasi 25 WNI Keluar Lebanon
Serangan udara Israel di Lebanon. ANTARA/Xinhua
MerahPutih.com - Kedutaan Besar RI (KBRI) Beirut telah menetapkan status Siaga 1 untuk WNI di seluruh wilayah Lebanon. Sejak penetapan Siaga 1 pada Agustus, sebanyak 25 orang WNI dari Lebanon telah berhasil dievakuasi pulang ke Indonesia.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat saat ini masih ada 159 orang WNI sipil yang berada di Lebanon berdasarkan data terakhir KBRI Beirut.
“Jumlah WNI di Lebanon 159 orang, tidak termasuk staf KBRI dan personil TNI di UNIFIL,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI Judha Nugraha, melalui pesan singkat, Selasa (1/10).
Baca juga:
KBRI Beirut Tetapkan Status Siaga 1, Ratusan WNI Sipil Diimbau Lakukan Evakuasi
Untuk itu, Kemenlu telah menggelar dialog daring dengan KBRI Beirut bersama WNI sipil di Lebaon pada Senin (30/9) malam waktu setempat, mengimbau mereka agar segera melakukan evakuasi keluar dari Beirut.
Dilansir Antara, Kemenlu juga telah mengeluarkan anjuran bagi WNI agar menunda perjalanan ke Lebanon dan Israel akibat semakin parahnya konflik senjata antara kedua negara sejak 23 September lalu.
Hingga kini, menurut otoritas Lebanon, serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 960 orang dan melukai lebih dari 2.770 lainnya. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Kota Basis Konsentrasi WNI di Iran Masih Aman, Kemenlu: Opsi Evakuasi Belum Mendesak
Kronologis ABK WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Kapal Disergap Dini Hari
Kondisi Teheran 'dalam Bahaya', WNI Diminta Waspada dan Hindari Kerumunan
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
KJRI Johor Bahru Jemput Bola Selesaikan Rencana Pemulangan WNI Bermasalah
Kemenlu Pulangkan 3 WNI Terjebak di Yaman
37 WNI di Venezuela Diimbau Waspada, KBRI Buka Hotline Darurat
Kemenlu Tengah Berupaya Keluarkan WNI dari Yaman, Wilayah Udara Masih Ditutup
Ketegangan AS–Venezuela Memanas, DPR Desak Evakuasi WNI pasca Penangkapan Nicolas Maduro