Kemenkes Sebut Skrining Gratis untuk Turunkan Biaya Kesehatan
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (Setkab)
MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan kado berupa skrining kesehatan gratis. Program ini rencananya berlaku mulai tahun 2025.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menuturkan bahwa skrining kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah berbagai macam ancaman penyakit yang mengintai masyarakat. Seperti diabetes, kanker, osteoporosis, Alzheimer, penyakit dalam hingga stunting.
Ketika risiko kesehatan ditemukan lebih cepat, maka proses penyembuhan juga menjadi lebih mudah.
"Sehingga biaya kesehatan juga menjadi lebih murah," kata Dante kepada wartawan di Jakarta Selatan, Selasa (5/11).
Baca juga:
Henti Jantung Berbeda dengan Serangan, Anak Muda Disarankan Jalani Skrining
Ia mengatakan bahwa hadiah ulang tahun ini merupakan salah satu target 100 hari kerja Kementerian Kesehatan semenjak dirinya dan Budi Gunadi Sadikin kembali dilantik menjadi Menteri dan Wakil Menteri Kesehatan di era Presiden Prabowo.
"Bisa (Januari) diusahakan, semua akan mendapatkan skrining gratis pada saat ulang tahun," jelas Dante.
Salah satu jenis penyakit yang rencananya akan masuk dalam program skrining kesehatan gratis yaitu penyakit tiroid. Dante menyebutkan, klaim jaminan kesehatan nasional (JKN) untuk penyakit tiroid cukup tinggi mencapai Rp750 miliar pada tahun 2023.
Oleh sebab itu, ujar Dante, skrining menjadi salah satu upaya yang penting untuk dilakukan sehingga masyarakat yang mengalami penyakit tertentu, termasuk penyakit tiroid, dapat mengakses layanan deteksi dini yang lebih baik.
Khusus untuk skrining tiroid, ia mengatakan bahwa Kemenkes menyiapkan laboratorium sederhana untuk memeriksa fungsi tiroid serta alat USG untuk memeriksa kelainan anatomi tiroid yang berupa benjolan.
Baca juga:
Menkes Target Nol Angka Wafat pada Pemilu 2029, Petugas Diskrining Sebelum Daftar
“Semua puskesmas sekarang sudah punya USG, kita lengkapi dengan sarana untuk melakukan USG pada tiroid. Sedangkan laboratorium sudah tersebar hampir di semua rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia,” kata Dante.
Skrining kesehatan gratis untuk setiap penduduk yang berulang tahun akan disesuaikan dengan kebutuhan untuk setiap kelompok usia. Skrining kesehatan rencananya akan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu balita, remaja, dewasa dan lansia.
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Kolaka Timur Jadi Pintu bagi KPK Dalami Pembangunan 31 Proyek Lainnya di Seluruh Indonesia
Kemenkes Respons Temuan Mikroplastik di Air Hujan Jakarta: Waspadai, Bukan Ditakuti
Profil Benjamin Paulus Octavianus, Sosok Dokter Spesialis Paru yang Dipercaya Prabowo Jabat Wamenkes
Presiden Prabowo Lantik Benjamin Paulus Octavianus Jadi Wakil Menteri Kesehatan
Kasur Pasien RSUD Cut Meutia Dipenuhi Belatung, DPR Desak Kemenkes Tindak Tegas
Kurikulum Baru untuk Bidan Diluncurkan, Kado untuk Hari Bidan Nasional 2025
Gerakan Berhenti Merokok Prioritaskan Turunnya Angka Perokok Pemula di Indonesia
Fase Pemulangan Haji Dimulai, DPR Minta Kemenkes Awasi Kesehatan Jemaah
COVID-19 Mulai Melonjak Lagi: Dari 100 Orang Dites, Sebagian Terindikasi Positif