Kementerian Perdagangan bersinergi dengan perbankan serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menyediakan pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Paling tidak, Rp16,10 Miliar digelontorkan kepada sebelas UKM berorientasi ekspor.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berharap pembiayaan ini, dapat membantu pelaku UKM melakukan ekspor dan naik kelas. Bahkan, pelaku usaha dapat mempertahankan hubungan dagang dengan mitranya dan menjaga kemampuan untuk mencari potensi pasar baru.
"Pembiayaan ekspor ini diharapkan dapat membantu ‘UKM Naik Kelas’ untuk tetap menggerakkan roda usahanya. Sehingga, mampu berkontribusi dalam peningkatan ekspor nonmigas dan ikut memperbaiki neraca perdagangan dan ekonomi nasional," katanya.
Baca Juga:
9,7 Juta Orang Nganggur, Pekerja Rata-rata Bergaji Rp2,7 Juta
Ia memaparkan, masa pandemi COVID-19 ini, Kementerian Perdagangan berkomitmen menjaga keberlangsungan ekspor, termasuk produk-produk UKM. Untuk itu, kemendag bersinergi dengan berbagai pihak melalui pemberian stimulus fiskal maupun nonfiskal.
"Sehingga, diharapkan dalam waktu relatif singkat mampu memperbaiki kinerja perdagangan internasional Indonesia," katanya.
Direktur Eksekutif LPEI James Rompas menilai, banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan finansial maupun nonfinansial di masa pemulihan akibat pandemi. Melalui skema penugasan khusus ekspor dari Pemerintah, LPEI menyediakan dukungan finansial melalui produk pembiayaan bagi pelaku usaha UKM berorientasi ekspor.
Selain itu, lanjut ia, LPEI juga memiliki fasilitas penjaminan yang menempatkan LPEI sebagai lembaga pemberi kredit (creditenhancer) yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperoleh akses pembiayaan dari bank.
“Akses pembiayaan ini dibutuhkan oleh para pelaku usaha untuk memulihkan bisnisnya dan bangkit dari keterpurukan akibat perlemahan aktivitas ekonomi yang disebabkan oleh pandemi,” ujar James
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan mengatakan, negara di dunia telah merespon kondisi pandemi COVID-19 melalui sejumlah kebijakan yang dapat membangkitkan kembali aktivitas ekonomi domestik dan global.
"Sinergi Kementerian Perdagangan dengan PT BNI sebagai mitra yang strategis dalam memberikan layanan perbankan adalah memberikan dukungan pembiayaan ekspor, salah satunya untuk para pelaku UKM yang juga merupakan penyumbang surplus bagi neraca perdagangan," ujarnya. (Mauritz/Cirebon)
Baca Juga:
Stimulus Bikin Ekonomi Triwulan III Lebih Baik Dibanding Triwulan II