Kesehatan

Kembalikan Pola Hidup Sehat Setelah Puasa

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 05 Mei 2022
Kembalikan Pola Hidup Sehat Setelah Puasa

Konsumsi makanan bernutrisi. (Foto: Unsplash/Louis Hansel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUASA sudah berakhir, waktunya kembalikan pola hidup sehat bagi kamu yang merasa memiliki pola hidup berbeda dari biasanya. Masyarakat perlu mengembalikan aktivitas puasa bahkan setelah Ramadan, agar terbiasa menerapkan pola makan sehat.

"Badan kita itu menyukai sesuai yang rutin. Karena ada pembiasaan maka harusnya setelah lebaran, aktivitas puasa itu dikembalikan agar kita masih terbiasa dengan kebiasan puasa, terbiasa untuk pola makan yang sehat," kata Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Tirta Prawita Sari, SpGK, dilansir ANTARA, Selasa (3/5).

Tirta yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Gema Sadar Gizi itu mengatakan, pola makan menjadi salah satu upaya menghindari berbagai macam penyakit kronis dan katastropik yang membutuhkan biaya banyak seperti stroke, diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi.

Berpuasa termasuk upaya yang bisa orang-orang lakukan untuk mencegah sederet penyakit kronis, sekaligus detoksifikasi tubuh yang murah dan mudah. Puasa juga dapat menyebabkan kadar glukosa darah mengalami penurunan dan menyebabkan tubuh mengambil cadangan energi lain dalam bentuk lemak sebagai sumber energi.

Baca juga:

Pola Hidup Sehat Ampuh Cegah Gagal Ginjal

Kembalikan Pola Hidup Sehat Setelah Puasa
Pola makan menjadi salah satu upaya menghindari berbagai macam penyakit kronis. (Foto: Unsplash/Anna Pelzer)


"Itu baik sebagai upaya membersihkan atau detoksifikasi tubuh," ujar Tirta.

Selama Ramadan, umat muslim diatur untuk berpuasa dalam 13-14 jam lalu berbuka setelahnya. Pola makan ini mirip dengan makan puasa yang baik, yaitu intermitten fasting.

“Ada beberapa contoh intermittent fasting, seperti alternate day fasting yang mana puasa berselang seling seperti puasa Daud. Bedanya saat hari puasa itu hanya boleh makan 500 kalori, dan hari berikutnya feast day yang boleh dalam jumlah yang kita inginkan tanpa perlu memusingkan kalori," jelas Tirta.

Selain itu, ada pula diet 5:2, yaitu lima hari tidak berpuasa dan dua hari berpuasa. Umat muslim umumnya mengaplikasikan pola ini melalui puasa sunah Senin Kamis.

Baca juga:

Lawan Kanker dengan Nutrisi dan Pola Hidup Sehat

Kembalikan Pola Hidup Sehat Setelah Puasa
Olahraga untuk membakar kalori. (Foto: Unsplash/Emma Simpson)

Di sisi lain, Executive Director of Community Health, Abu Dhabi Public Health Centre, Dr. Omniyat Al Hajeri juga menyarankan puasa lebih sering setelah Ramadan dan puasa Senin Kamis atau diet 5:2. Sebuah studi menunjukkan diet 5:2 bisa menurunkan berat badan yang mirip dengan pembatasan kalori biasa. Selain itu, diet ini efektif untuk meningkatkan sensitivitas insulin.

Tips berikutnya, sebaiknya minum air secara teratur karena mengeluarkan racun dari tubuh. Kamu disarankan minum air putih 15 menit sebelum makan. Kemudian, penuhi kebutuhan tubuh akan gula dengan buah-buahan di siang hari.

Batasi juga konsumsi karbohidrat, dan hitung takaran yang biasa ditemukan di biji-bijian, buah-buahan, sayuran, produk susu, permen, dan gula. Terakhir, bakar kalori dengan berolahraga. (and)

Baca juga:

Pola Hidup Sehat tak Melulu Tentang Asupan Makanan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan