Kesehatan

Pola Hidup Sehat tak Melulu Tentang Asupan Makanan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 23 April 2021
Pola Hidup Sehat tak Melulu Tentang Asupan Makanan

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan pola hidup sehat (foto: pixabay/jillwellington)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJUMLAH ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup yang sehat. Dalam hal ini, menjaga pola hidup sehat tak sekadar asupan makanan, tapi juga meliputi aktivitas fisik atau olahraga.

Irwan selaku Administrator Kesehatan Seksi Gizi, Promosi Kesehatan, dan Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan pola hidup sehat bukan hanya memngutamakan asupan, melainkan juga aktivitas fisik serta 'rambu-rambu'.

Baca Juga:

Mengenal 'Zoom Fatigue' dan Bahayanya bagi Kesehatan Mental

Untuk asupan makanan, Perlu diperhatikan 'rambu-rambu' seperti garam, gula dan lemak (Foto: pixabay/free-photos)

Irwan menuturkan bahwa Gizi yang seimbang tak hanya mengutamakan asupan, melainkan aktivitas fisik dan 'rambu-rambu' seperti garam, gula, lemak serta prinsip yang beraneka ragam .

"Perilaku hidup bersih seimbang dan mempertahankan berat badan normal," ujar Irwan, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, bahwa tidak ada satu jenis pangan, yang memiliki kandungan gizi lengkap, kecuali ASI untuk bayi berusia 0-6 bulan.

Selain itu, Irwan pun menuturkan, bahwa perilaku hidup bersih dan sehat, memiliki hubungan dengan minimnya risiko terkena infeksi. Sedangkan aktivitas fisik rutin bisa membantu memperlancar metabolisme di dalam tubuh.

Baca Juga:

Tips Puasa Sehat untuk yang Memiliki Masalah Jantung

Lalu, Irwan juga mengatakan, bahwa mempertahankan serta memantau berat badan normal, merupakan salah satu indokator yang terjadi pada kesimbangan zat gizi dalam tubuh.

Sementara itu, dokter yang juga berprofesi sebagai model Profesional, Jason Bustan, menjelaskan, bahwa menerapkan hidup sehat di bulan Ramadan memiliki berbagai manfaat.

Antara lain manfaatnya yakni membantu terhindar dari beragam penyakit, seperti jantung, kanker, stres dan meningkatkan produktivitas.

Selanjutnya, selain asupan nutrisi seimbang serta melakukan olahraga teratur. Selama bulan Ramadan pun perlu mengonsumsi air putih yang cukup, setidaknya delapan gelas per hari dan istirahat yang cukup.

"Enggak ada makanan yang bisa melengkapi nutrisi makan lainnya, jadi harus seimbang, makan teratur karena bisa menghindari penyakit seperti gejala maag dan obesitas," ujar Jason

idur juga harus cukup, karena erat kaitannya dengan kesehatan mental dan tubuh(Foto: pixabay/free-photos)

Kemudian, Jason juga menjelaskan bahwa tidur juga harus cukup, karena erat kaitannya dengan kesehatan mental dan tubuh. Dalam hal ini tubuh punya siklus yang harus diikuti, bila tidur terganggu maka mood akan jelek, serta metabolisme hingga aktivitas akan terganggu.

Untuk olahraga di bulan Ramadan, Jason menyarankan lakukan olahraga dengan intensitas ringan, seperti halnya berjalan kaki atau yoga. Lakukan latihan tersebut 150 menit dalam seminggu, agar metabolisme serta berat badan tetap normal. (Ryn)

Baca Juga:

Tips Menjaga Kulit Tetap Sehat Selama Berpuasa

#Kesehatan #Gaya Hidup Sehat #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan