Kelompok Houthi Luncurkan Rudal 'Palestina 2' ke Israel Tengah, Bersumpah akan Terus Lancarkan Serangan
Arsip - Pasukan Houthi berbaris sambil memegang senjata api. (ANTARA/Anadolu)
MerahPutih.com - Kelompok Houthi Yaman mengatakan pihaknya telah meluncurkan serangan rudal yang menargetkan Israel tengah. Mereka bersumpah untuk melanjutkan operasi militernya terhadap negara itu sampai militer Israel mengakhiri perangnya di Gaza.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa operasi pada hari Senin kemarin dilakukan dengan menggunakan rudal balistik hipersonik yang disebut “Palestina 2”.
Kelompok Houthi mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap pembantaian Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung, tempat Israel telah melancarkan perang selama lebih dari setahun, yang menewaskan lebih dari 45.000 orang .
Militer Israel mengatakan rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman dicegat sebelum melintasi Israel.
Baca juga:
Israel Kembali Bom Sekolah PBB di Gaza, 20 Warga Palestina Tewas
"Peringatan penembakan rudal dan roket diaktifkan karena kekhawatiran akan jatuhnya pecahan-pecahan dari intersepsi," kata seorang juru bicara, dikutip dari Aljazeera, Selasa (17/12).
Media Israel melaporkan bahwa rudal tersebut mengaktifkan sirene di seluruh Tel Aviv, kota terbesar Israel.
Namun, pihak Houthi, yang menampilkan diri sebagai militer resmi Yaman, mengatakan operasi tersebut berhasil mencapai tujuannya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
“Angkatan Bersenjata Yaman terus melancarkan operasi militer dan menyerang semua target yang terkait dengan musuh Israel di wilayah pendudukan, dan operasi ini tidak akan berhenti sampai agresi di Gaza berhenti dan pengepungan dicabut,” kata kelompok sekutu Iran tersebut. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina