Hobi

Mewarnai Memiliki Segudang Manfaat untuk Orang Dewasa

Febrian AdiFebrian Adi - Senin, 09 Januari 2023
Mewarnai Memiliki Segudang Manfaat untuk Orang Dewasa

Mewarnai menjadi medium penuh manfaat untuk orang dewasa. (Foto: Unsplash/Tetiana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AKTIVITAS mewarnai mungkin umumnya digemari oleh anak-anak. Namun apakah kamu pernah berpikir ternyata aktivitas tersebut memiliki banyak manfaat juga untuk orang dewasa. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga dipercaya mampu menghilangkan stres.

Dilansir dari Alodokter, kegiatan mewarnai termasuk dalam terapi seni. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki kesehatan mental dan mengendalikan emosi melalui proses yang menutut daya kreativitas seseorang.

Baca Juga:

Yuk Simak Manfaat Mewarnai Adult Coloring Books Saat #DiRumahAja!

Buku mewarnai untuk dewasa memiliki ragam objek untuk diwarnai. Hanya saja, buku mewarnai dewasa terlihat lebih detail dari buku mewarnai anak-anak pada umumnya.

Buku mewarnai memilih banyak manfaat untuk orang dewasa. (Foto: Unsplash/Kelly Brito)

Dalam kegiatan mewarnai, pemilihan warna dapat membantu seseorang dalam mengekspresikan perasaannya. Selain itu, buku mewarnai untuk dewasa juga bisa menjadi salah satu sarana untuk mengalihkan perhatian terhadap negatif yang tengah dirasakan, misalnya perasaan sedih.

Terapi seni dipercaya bisa meredakan stres, mengendalikan perilaku, dan meningkatkan kemampuan interpersonal. Hal ini tentu lebih baik dilakukan daripada hanya sekadar meluapkan kesedihan dengan meratapi atau memendam emosi tanpa disalurkan lewat cara yang tepat. Berikut manfaat mewarnai untuk orang dewasa:

1. Membantu relaksasi otak

Ketika kamu fokus pada suatu kegiatan yang sederhana dan menyenangkan seperti mewarnai, otak cenderung menjadi lebih rileks dan stres pun akan berkurang. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk memecahkan masalah dan mengendalikan emosi.

2. Mengalihkan fokus dan pikiran

Mewarnai juga bisa membantumu mengalihkan fokus dan pikiran yang berat. Dengan begitu, kamu akan mudah melupakan sejenak masalah yang menganggu pikiran dan lebih fokus pada keadaan saat ini.

Baca Juga:

Kenali Tanda-Tanda Seseorang Alami Stres Berat

Buku mewarnai bisa menurunkan tingkat depresi. (Foto: Unsplash/Kelli Tungay)

3. Menurunkan tingkat depresi

Terapi mewarnai untuk dewasa juga bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat depresi. Tak hanya itu, terapi ini bahkan juga bisa dilakukan sebagai salah satu cara menghilangkan trauma.

4. Menjadi sarana hiburan

Ketika kamu mewarnai sebuah gambar yang sederhana dan tidak rumit. Kegiatan ini akan terasa menyenangkan, suasana hati pun menjadi lebih baik dan tentu membuat pikiran menjadi lebih santai. Dengan begitu, stres otomatis akan berkurang. (far)

#Kesehatan #Kesehatan Mental #Hobi
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Bagikan