Kedubes Iran di RI Kecam Serangan AS-Israel ke Tehran, Sebut Langgar Piagam PBB

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Februari 2026
Kedubes Iran di RI Kecam Serangan AS-Israel ke Tehran, Sebut Langgar Piagam PBB

Serangan AS-Israel ke Teheran (@DailyIranNews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menghantam sejumlah lokasi sipil serta infrastruktur vital di Teheran dan beberapa kota lainnya pada Sabtu (28/2).

Agresi udara tersebut memicu ketegangan diplomatik tinggi karena dianggap melanggar kedaulatan wilayah Republik Islam Iran secara terang-terangan.

Baca juga:

Iran Nyatakan Aset dan Kepentingan AS-Israel di Timur Tengah Sah untuk Diserang Usai Teheran Dihujani Roket

Pelanggaran Piagam PBB dan Kedaulatan

Kedutaan menyatakan bahwa tindakan militer tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Iran menilai serangan ini bukan sekadar operasi militer biasa, melainkan ancaman langsung terhadap perdamaian dunia.

"Iran menegaskan bahwa pihaknya memiliki hak sah untuk melakukan pembelaan diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB. Angkatan Bersenjata Iran akan menggunakan hak tersebut untuk mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional dengan memberikan respons tegas terhadap serangan yang terjadi," tulis Kedubes Iran dalam pernyataan resminya, Sabtu (28/2).

Desakan Tindakan Global

Selain menuntut pertanggungjawaban Dewan Keamanan PBB, Iran juga menyoroti kegagalan hukum internasional dalam membendung aksi Amerika Serikat dan Israel selama ini.

Serangan terbaru ini dipandang sebagai puncak dari rentetan pelanggaran hukum humaniter yang telah berlangsung selama puluhan tahun di kawasan tersebut.

Baca juga:

Sirene Tanda Bahaya Mulai Meraung-raung di Berbagai Penjuru Israel Usai Iran Dihujani Roket

Kedutaan Besar Iran di Jakarta secara khusus mengajak masyarakat Indonesia, mulai dari tokoh politik hingga insan media, untuk bersuara menentang agresi ini.

Iran berharap komunitas internasional mengambil langkah konkret demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas dan menjaga stabilitas global melalui penghormatan terhadap kedaulatan negara. (Pon)

#Serangan Rudal #Serangan Israel #Iran #Israel #Amerika Serikat #Militer #Operasi Militer
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan