Ribuan Warga Iran Berkumpul di Monumen Kepalan Tangan Kanan Ali Khamenei Jelang Pemakaman

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Ribuan Warga Iran Berkumpul di Monumen Kepalan Tangan Kanan Ali Khamenei Jelang Pemakaman

Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel di Teheran pada 28 Februari lalu. Setelah kematiannya, Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

Ribuan warga Iran turun ke jalan-jalan Ibu Kota Teheran untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel, dalam prosesi pemakaman massal.

Menurut laporan koresponden RIA Novosti, warga mulai berkumpul di titik-titik yang telah ditentukan di sepanjang rute utama, melintasi kawasan pusat Damavand, Azadi, dan Enqelab.

Mereka lalu berkumpul di Alun-Alun Enqelab, di mana terdapat monumen yang menggambarkan kepalan tangan kiri Ali Khamenei, karena tangan kanannya lumpuh akibat upaya pembunuhan.

Baca juga:

Iran Siaga Tinggi Saat Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Wilayah Udara Ditutup

Kepalan tangan Ali Khamenei itu menjadi simbol duka sekaligus perlawanan Iran terhadap agresi AS dan Israel. Selain poster dan bendera yang menampilkan gambar tangan mengepal, para pelayat juga mengenakan lencana dan kaos peringatan.

Masyarakat ikut dalam iring-iringan tersebut turut membawa bendera Iran serta potret Ali Khamenei bersama putranya, Mojtaba Khamenei, yang telah menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi.

Rakyat Iran itu juga menyerukan slogan anti-Israel dan anti-Amerika, sambil bersumpah akan membalas kematian pemimpin tertinggi mereka.

Beberapa teriakan ditujukan kepada Reza Pahlavi, putra Shah Mohammad Reza Pahlavi yang telah menyatakan dukungan untuk serangan AS terhadap Iran.

Warga Iran juga menunjukkan solidaritas dengan sekutu mereka, dengan membentangkan spanduk dukungan untuk Lebanon dan Gaza.

Prosesi pemakaman serupa juga akan digelar di Kota Qom, Selasa (7/7). Kemudian, Rabu (8/7), jenazah Ali Khamenei akan dibawa ke kota-kota di Irak, Baghdad, Najaf, dan Karbala, untuk kemudian dikembalikan ke tempat kelahirannya di Mashhad untuk dimakamkan pada Kamis (9/7).

#Iran #Ali Khamenei #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Bagikan