Kecombrang Ternyata Bisa Menurunkan Penyakit Jantung

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 14 Desember 2024
Kecombrang Ternyata Bisa Menurunkan Penyakit Jantung

Manfaat kecombrang untuk tubuh. (Foto: dok/alodokter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kecombrang (Zingiber zerumbet), juga dikenal dengan nama lain seperti bunga kantan, temu rapet, atau jungle ginger, adalah tanaman herbal yang berasal dari keluarga Zingiberaceae, yang juga mencakup jahe dan lengkuas. Kecombrang tumbuh dengan baik di daerah tropis, termasuk di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Dikutip dari berbagai sumber, selain dikenal karena keindahannya sebagai tanaman hias dengan bunga berwarna pink mencolok, kecombrang juga memiliki banyak manfaat kesehatan dan kuliner. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama di daerah Asia Tenggara.

Manfaat Kecombrang dalam Dunia Kesehatan

Kecombrang memiliki beragam manfaat kesehatan yang telah terbukti melalui penggunaan turun-temurun dalam pengobatan tradisional. Berikut beberapa manfaat kecombrang untuk kesehatan:

1. Anti-Peradangan dan Antioksidan

Kecombrang mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Zat-zat ini dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang berperan penting dalam mengatasi berbagai penyakit inflamasi seperti artritis, nyeri sendi, dan peradangan pada organ tubuh lainnya.

Baca juga:

Resep Akhir Pekan ala Kalimantan Timur: Pirik Cabai Udang Kecombrang

Kandungan antioksidannya juga membantu melawan radikal bebas, yang dapat merusak sel-sel tubuh dan berkontribusi pada penuaan dini serta perkembangan penyakit kronis.

2. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Rimpang kecombrang sering digunakan untuk membantu memperbaiki masalah pencernaan. Kecombrang memiliki sifat antimikroba yang dapat mengatasi gangguan pencernaan, seperti diare, kembung, dan perut kram.

Tanaman ini juga dipercaya dapat merangsang produksi enzim pencernaan, sehingga membantu proses pencernaan makanan menjadi lebih lancar dan mengurangi rasa tidak nyaman di perut.

3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Senyawa yang terdapat pada kecombrang, seperti flavonoid, diketahui memiliki efek yang baik dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Dengan demikian, konsumsi kecombrang secara rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke dan aterosklerosis.

Baca juga:

5 Produk Turunan Susu dan Manfaat Baiknya untuk Kesehatan Tubuh

Kecombrang juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. (far)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan