Kebun Bibit Desa IPB Pasok Kebutuhan Pangan Lokal

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 18 Mei 2015
Kebun Bibit Desa IPB Pasok Kebutuhan Pangan Lokal

Kebun Bibit Desa di Desa Cikeas Udik, Bogor (Foto Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan kebun bibit unggulan dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga lokal. Diharapkan, model ini bakal memberdayakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bibit serta pendapatan mereka.

Hal itu diutarakan Handian Purwawangsa, Kasubdit Kajian Strategis dan Program Aksi Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB kepada merahputih.com, Senin (18/5).

"Kegiatan yang telah dilaksanakan ini nantinya diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal untuk memanfaatkan lahan pekarangan maupun untuk mewujudkan kebun RW," jelas Handian.

Tahun ini Direktorat KSKP IPB bekerjasama dengan Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan Qiara Institute membuat Kebun Bibit Desa dalam rangka Model Advokasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Peningkatan Akses Petani terhadap Ketersediaan Bibit Inovasi IPB.

Menurut Handian, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menggali potensi pertanian Kabupaten Bogor terutama dalam pemanfaatan lahan pekarangan dengan menggunakan bibit-bibit inovasi IPB. Komoditas yang ada di Kebun Bibit Desa ini di antaranya adalah papaya Callina (IPB 9), papaya Carissya (IPB 3) dan berbagai macam jenis sayuran yang dikembangkan ADS-IPB (caisim, pakcoy, kucai, tomat ceri, terong).

Dampak lebih lanjut yang diharapkan dari program, jelas dia, adalah masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, adanya peningkatan pendapatan akibat optimalisasi sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan bibit warga sekitar guna menunjang pengembangan pertanian yang berkelanjutan.


Pusat Inovasi Bibit Pangan

IPB sebagai salah satu perguruan tinggi tertua dan terkemuka di bidang pertanian bersama dengan para pakar ahli telah menghasilkan 234 inovasi di berbagai bidang baik pertanian, perikanan, pangan, dll.

Di antara inovasi-inovasi yang telah dihasilkan, IPB juga mempunyai berbagai varietas unggul di bidang pertanian salah satu diantaranya adalah pepaya Callina (IPB 9) dan Carissya (IPB 3).

Dukungan IPB di bidang pertanian tidak hanya sampai dalam tahap inovasi bibit unggul saja. IPB juga mempunyai Agribusiness Development Station IPB (ADS-IPB) yang juga bergerak di bidang pengembangan agribisnis.

Di samping itu, Direktorat KSKP IPB telah memberikan mengkaji dan mengadvokasi isu-isu pertanian serta pembuatan model advokasi. Tahun 2013 hingga 2014, KSKP-IPB membuat beberapa model di antaranya Sekolah Peternakan Rakyat di Jombang; Budidaya Kedelai Jenuh Air di Lampung; dan Pemanfaatan Lahan Non-Produktif di Tamansari, Cileuksa dan Cibilik.

Baca Juga

Presiden Jokowi Dorong Eksekusi Hasil Penelitian Pangan untuk Cukupi Kebutuhan

Ini Cara Mentan Capai Target Swasembada Pangan

 

 

#Institut Pertanian Bogor #Ketahanan Pangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan implementasi program bantuan pangan turut andil mendukung stabilitas harga pangan, termasuk komoditas minyak goreng.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga
Indonesia
Kisah Ketahanan Pangan dari Kebun SD Kanisius Pucangsawit, Solo
Bapak dan ibu guru bersama siswa bersama-sama menjalankan kebun sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Kisah Ketahanan Pangan dari Kebun SD Kanisius Pucangsawit, Solo
Indonesia
Antisipasi El Nino 2026, Pemprov DKI Siapkan Strategi Ketahanan Pangan
Pemprov DKI siapkan strategi hadapi El Nino 2026. Dari hidroponik hingga pemanfaatan air AC untuk jaga ketahanan pangan kota.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Antisipasi El Nino 2026, Pemprov DKI Siapkan Strategi Ketahanan Pangan
Indonesia
Swasembada Pangan Dikebut, 8 Komoditas Diproyeksi Surplus Juni 2026
Pemerintah targetkan 8 komoditas pangan swasembada Juni 2026. Data Bapanas menunjukkan surplus beras, jagung, gula, hingga telur ayam.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Swasembada Pangan Dikebut, 8 Komoditas Diproyeksi Surplus Juni 2026
Indonesia
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program pengembangan jagung di area seluas 1.500 hektare ini merupakan salah satu upaya konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Dunia
BRIN Pimpin Tim Riset Internasional Jadikan Pisang Liar Sumber Pangan Global
Genotipe plasma nutfah pisang liar dari Indonesia akan menjadi induk persilangan dalam merekayasa varietas pisang unggul tahan penyakit.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
BRIN Pimpin Tim Riset Internasional Jadikan Pisang Liar Sumber Pangan Global
Indonesia
Wagub Rano Karno Jamin Ketersediaan Pangan Jakarta Aman, Subsidi Ayam Segera Meluncur
Guna meredam gejolak harga tersebut, pemerintah akan segera mengambil langkah taktis
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Desember 2025
Wagub Rano Karno Jamin Ketersediaan Pangan Jakarta Aman, Subsidi Ayam Segera Meluncur
Indonesia
Harga Bapok Terbaru 7 Desember 2025: Cabai Rawit Melambung Sendiri, Mayoritas Pangan Malah Kompak Turun Drastis
Penurunan harga juga terjadi pada kelompok daging dan telur
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Harga Bapok Terbaru 7 Desember 2025: Cabai Rawit Melambung Sendiri, Mayoritas Pangan Malah Kompak Turun Drastis
Indonesia
Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru 2025/2026, Mendag Waspadai Faktor Cuaca
Biasanya kan Nataru yang perlu diantisipasi adalah cabai
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Stabilitas Harga Pangan Jelang Nataru 2025/2026, Mendag Waspadai Faktor Cuaca
Indonesia
PT KAI Angkut 17.730 Ton Pupuk Selama 2025, Bukti Dukungan terhadap Ketahanan Pangan
Distribusi yang lancar memberikan efisiensi biaya bagi produsen dan distributor.
Dwi Astarini - Selasa, 18 November 2025
PT KAI Angkut 17.730 Ton Pupuk Selama 2025, Bukti Dukungan terhadap Ketahanan Pangan
Bagikan