Kebohongan Award PSI Dipolisikan, Guntur Romli Meradang
Ketua PSI Grace Natalie bersama kader PSI di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/9). (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli mengibaratkan laporan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) terhadap beberapa kadernya seperti maling teriak maling.
Pernyataan itu diutarakan Guntur menanggapi dilaporkannya Ketum PSI Grace Natalie ke pihak kepolisian karena menganugerahi Prabowo-Sandi "Kebohongan Award'.
"Laporan itu bagi kami merupakan sikap atau cerminan kalau kita dengar di masyarakat itu 'maling teriak maling'. Karena 'Kebohongan Award' itu berdasarkan fakta," kata Guntur di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Senin (7/1).
Dia menegaskan tidak takut dan siap menghadapi berbagai tuntutan hukum tersebut. Menurutnya, apa yang diupayakan PSI adalah fakta.
"Fakta misalnya Prabowo mengatakan bahwa ada selang yang dipakai untuk cuci darah di RSCM itu dipakai 40 orang. Itu kebohongan. Kemudian Sandi bilang membangun Tol Cipali nggak pakai utang, terus kemudian dianulir oleh dia sendiri mengatakan tidak memakai APBN. Itu jelas berbohong," kata Guntur Romli.
Bahkan, Guntur menyebut, Prabowo layak mendapat rekor MURI karena menggunakan kebohongan sebagai alat kampanye.
"Dia juga sudah ikut kontestasi capres itu dari 2004. Kemudian 2009 ikut lagi. Capres terlama ikut kontestasi masuk rekor MURI. Selain, dia capres yang menggunakan kebohongan sebagai alat kampanye," tuturnya.
Sebelumnya Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Ketum PSI Grace Natalie, Raja Juli Antoni, Tsamara Amany, dan Dara Adinda Kesuma Nasution ke Bareskrim Polri.
Laporan tersebut terkait 'Kebohongan Award' yang diberikan PSI kepada Prabowo Subianto, Sadiaga Uno, dan Wasekjen Demokrat Andi Arief. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Plafon Rusak dan Rawan Ambruk, DPRD DKI Soroti Bangunan Pasar Sunan Giri Jaktim
Tiang Monorel Rasuna Said Mau Dibongkar, Dewan PSI Pertanyakan APBD dan Prosedur
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
PSI Soroti Kurangnya Pengolaan Sampah di Jakarta
Rakorwil PSI Jateng, Kaesang Tekad Jateng Menang Telak di Kandang Gajah
PSI Jateng Gelar Rakorwil di Solo, Undang Jokowi Hingga Kaesang
Pimpinan PSI DKI Wanti-Wanti Pemprov DKI soal Longsor Sampah di TPST Bantar Gebang
PSI Desak Publik Cerdas: Peresmian Jokowi 2018 Itu Bandara Negara, Bukan Bandara yang Diributkan Menhan Sjafrie Sjamsuddin
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter