Untuk mengamankan jalannya aksi peringatan Hari Buruh Internasional pada Senin (1/5), Kepolisian Republik Indonesia bakal mengerahkan 17 ribu personel di sejumlah titik di Jakarta.
"Personel yang terlibat, Polda Metro Jaya sekitar 17.000 orang. Itu termasuk yang tugas rutin. Ada yang melakukan pengaturan lalu lintas," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto usai acara diskusi buruh di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/4).
Setyo menjelaskan, sebagai langkah antisipasi pihak kepolisian juga berencana melakukan pengalihan arus di sekitar Istana Negara dan Gedung DPR.
"Mereka akan melakukan kegiatan di dekat Istana, tapi nanti akan kita lokalisir di sekitar Patung Kuda, kemudian di DPR. Di DPR nanti akan kita koordinasikan dengan pihak Pamdal (Pengamanan Dalam)," katanya.
Berdasarkan informasi terakhir yang didapat Polri, ada sekira 30 sampai 40 ribu buruh yang akan terlibat dalam aksi Mayday esok hari.
Menurut Setyo, puluhan ribu buruh tersebut berasal dari sejumlah daerah tanah air.
"Estimasi yang kami dapat, laporan sekarang sekitar 30.000 sampai 40.000 buruh, tapi semoga tidak terlalu banyak sehingga tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat," ujarnya.
"Konteksnya, Polri melayani untuk berlangsungnya kegiatan supaya aman," tandas mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri ini. (Pon)
Baca berita terkait Mayday lainnya di: Demo Buruh, Polri: Lebih Baik Dangdutan

