Kata SBY Jasa Polisi untuk Bangsa tidak Kecil

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 19 Januari 2015
Kata SBY Jasa Polisi untuk Bangsa tidak Kecil

Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Presiden Republik Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara terkait kekisruhan yang terjadi dalam tubuh Korps Bhayangkara akhir-akhir ini. 

Menurut SBY, peran institusi Polri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara amat penting. Peran Polri begitu sentral dalam kehidupan berbangsa, dimulai dari mengatur lalu lintas, pemberantasan tindak kejahatan dan pencurian, pemberantasan narkoba dan teroris hingga mengamankan aksi unjuk rasa. 

"Kalau begitu, polisi penting. Ya, benar. Sangat penting. Kalau begitu jasa polisi tidak kecil," tulis SBY dalam akun facebooknya seperti dilansir merahputih.com, Jakarta, Senin (19/1). 

SBY yang juga mantan Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol) Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di era Orde Baru menambahkan Polisi mempunyai sejarah panjang di tanah air. 

Sebelum era reformasi pada tahun 1998, Polri bersama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tergabung dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sebagai aktor utama pertahanan dan keamanan. 

Seiring perjalanan dan dinamika politik, usai reformasi Polri resmi berpisah dari TNI. Di era reformasi sendiri tugas dan tantangan Polri semakin berat. Bukan hanya bertugas menjaga keamanan dalam negeri, Polri juga bertugas sebagai aktor utama penegak hukum dan ketertiban publik. 

"Tahun demi tahun, Polri kita makin profesional, kapabel dan efektif di dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Kita bangga karena Polri makin berhasil mengemban tugas-tugas konstitusional yang diberikan kepadanya. Rakyat pun juga ikut merasakannya," sambung SBY. 

Terkait dengan dinamika pemilihan calon Kapolri yang menimbulkan polemik, SBY menilai Presiden Joko Widodo mempunyai kewenangan dan cara tersendiri untuk menunjuk calon Kapolri. 

"Cara apapun yang dipilih tidak bisa disalahkan, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku," tandas SBY.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengajukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman. Surat pengajuan Presiden Joko Widodo sudah diproses dan disetujui DRP RI. Dalam rapat paripurna DPR RI, Komjen Budi Gunawan dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan sehingga layak menggantikan Jenderal Sutarman. 

Meski dinyatakan lolos sebagai calon kapolri, Komjen Budi Gunawan ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kepemilikan rekening gendut. 

Koalisi masyarakat sipil menolak keras Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri. Mereka mendesak Presiden Joko Widodo mengajukan calon lain menggantikan bekas ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri. 

Presiden Joko Widodo sendiri akhirnya memutuskan mengangkat Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai pelaksana tugas (Plt) Kapolri. (BHD)  

 

#Polisi #SBY
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Profil AKBP Netty Rosdiana Siagian, Polwan Bergelar Doktor yang Mundur demi Hati Nurani
Netty secara mengejutkan memilih menyudahi masa dinas aktifnya demi mempertahankan prinsip serta hati nurani.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Profil AKBP Netty Rosdiana Siagian, Polwan Bergelar Doktor yang Mundur demi Hati Nurani
Lifestyle
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Proses penulisan novel ini berlangsung di tengah berbagai kesibukan dan perjalanan SBY ke sejumlah negara.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Indonesia
14 Hari Operasi Patuh Jaya, Polisi Utamakan Edukasi dan Imbauan
Pendekatan edukasi lebih diutamakan dalam operasi tahun ini agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
14 Hari Operasi Patuh Jaya, Polisi Utamakan Edukasi dan  Imbauan
Indonesia
Ada Keluhan soal Polisi atau Penegakan Hukum? Ini Kanal Aduan Kapolda Metro Jaya
Polda Metro Jaya menerima 197 aduan masyarakat pada 11–25 Oktober 2026. Sebanyak 36 laporan selesai. Simak nomor WhatsApp Aduan Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ada Keluhan soal Polisi atau Penegakan Hukum? Ini Kanal Aduan Kapolda Metro Jaya
Indonesia
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Aditia berpulang setelah menjalani perawatan intensif panjang setelah insiden pengeroyokan brutal yang dialaminya pada Rabu, 8 Mei 2019 malam.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Indonesia
Bobotoh 16 Tahun Tewas Usai Garudakyaksa vs Persib, Polres Bogor Cari Info TKP
Polres Bogor usut kematian Bobotoh ARK (16) di KM 50 Cimandala usai laga Garudayaksa vs Persib. Kapolres periksa saksi. Simak selengkapnya!
Wisnu Cipto - Senin, 26 Oktober 2026
Bobotoh 16 Tahun Tewas Usai Garudakyaksa vs Persib, Polres Bogor Cari Info TKP
Indonesia
Seorang Dokter di Bandung Cabuli Anak Kandung
Saat ini, korban telah ditempatkan di rumah aman dengan pendampingan tim perlindungan anak UPTD PPA Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Seorang Dokter di Bandung Cabuli Anak Kandung
Indonesia
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Tim penyidik telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyita sejumlah barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Indonesia
Truk Dalmas Dibakar, Polrestabes Bandung Buru Pelaku
Kendaraan polisi tersebut tengah melaju sebelum tiba-tiba diserang sekelompok orang di lokasi kejadian. Para pelaku diduga melempari kendaraan dengan batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Truk Dalmas Dibakar, Polrestabes Bandung Buru Pelaku
Indonesia
Polisi Tembak Polisi, Menko Polkam Dudung Perintahkan Evaluasi Sistem Rekrutmen
Setiap anggota Polri yang dibekali senjata harus memiliki sikap dan mental yang lebih stabil. Dengan mental dan pengendalian emosi yang baik,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Polisi Tembak Polisi, Menko Polkam Dudung Perintahkan Evaluasi Sistem Rekrutmen
Bagikan