Kasus Teror Novel Belum Terungkap, Kapolri: Ini Utang Polri

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 19 Juni 2017
Kasus Teror Novel Belum Terungkap, Kapolri: Ini Utang Polri

Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) berjabat tangan dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat memberikan konferensi pers setelah melakukan pertemuan di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6). (ANTARA FOT

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kapolri Jenderal Tito Karnavian merasa berutang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan hingga kini belum berhasil diungkap.

Tito juga menjelaskan, kedatangan jajaran Polri ke KPK untuk berkonsolidasi terkait penanganan kasus teror terhadap Novel Baswedan.

"Pengalaman saya pribadi di lapangan, cukup banyak tangani kasus menonjol, usaha kita 25 persen manusia, 75 persen Tuhan, semoga Tuhan beri kemudahan dan jalan jadi kasus ini cepat terungkap, sehingga ini akan melegakan kami, karena kasus ini hutang bagi polisi" kata Tito di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/6).

Lebih lanjut Tito menuturkan bahwa pihaknya membuka diri kepada KPK untuk bekerja sama dalam penanganan kasus Novel. Apalagi, dalam wawancara dengan salah satu media asing Novel menyebut ada keterlibatan petinggi Polri dalam teror yang menimpanya.

"Polri buka diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi, apalagi sudah ada saudara Novel sampaikan ada kecurigaan oknum polisi, Ini buat Polri gak nyaman, jadi lebih baik kami terbuka kalau tim Komisi Pemberantasan Korupsi nempel" tuturnya.

Sebelumnya kasus Novel sendiri sempat ditangani oleh Polda Metro Jaya sebelum akhirnya dilimpahkan ke Mabes Polri akibat belum adanya kejelasan terkait penanganan kasus tersebut.

Tak hanya Polda dan Polri saja yang menangani kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, Komnas HAM pun segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta dalam menyelidiki siapa oknum dibalik penyerangan tersebut.

Seperti diketahui, pada Selasa, 11 April lalu, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal. Kejadiannya, saat Novel usai pulang salat subuh.

Menurut istri Novel, suaminya disiram air keras di dekat rumah. Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menoleh ke belakang.

Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata dan menyebabkan Novel harus dirawat di rumah sakit. Hingga kini Novel masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Singapura. (Pon)

Baca berita terkait penyerangan novel lainnya di: Kapolri: Ada Saksi Kunci Yang Tahu Ciri-Ciri Penyerang Novel

#Kapolri #Tito Karnavian #KPK #Novel Baswedan
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Tahun Baru 2026, Doa Bersama Gantikan Kemeriahan Kembang Api
Kapolri mengatakan masyarakat umumnya mengikuti aturan tersebut karena merupakan bagian dari empati kepada korban bencana di Pulau Sumatra.
Dwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
Tahun Baru 2026, Doa Bersama Gantikan Kemeriahan Kembang Api
Indonesia
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan di Kejari Hulu Sungai Utara, 15 Saksi Diperiksa
KPK memeriksa 15 saksi terkait dugaan pemerasan di Kejari Hulu Sungai Utara. Mantan Kajari dan dua pejabat kejaksaan ditetapkan sebagai tersangka.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan di Kejari Hulu Sungai Utara, 15 Saksi Diperiksa
Indonesia
Lakukan Tes Urin, Tahanan KPK Bebas Narkoba
Pemeriksaan tes urine itu dilakukan atas imbauan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
Lakukan Tes Urin, Tahanan KPK Bebas Narkoba
Indonesia
Akui Kinerja Polisi Jauh dari Harapan, Kapolri Minta Maaf dan Janji tak Baper Terima Kritikan Publik
Sigit menekankan komitmen Polri untuk terus melakukan pembenahan agar institusi Korps Bhayangkara semakin sesuai dengan harapan publik.
Dwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
Akui Kinerja Polisi Jauh dari Harapan, Kapolri Minta Maaf dan Janji tak Baper Terima Kritikan Publik
Indonesia
Belasan Ribu Polisi Diperintahkan Tetap di Lokasi Bencana Sumatra sampai Kondisi Benar-Benar Pulih
Selain personel, berbagai peralatan dan bantuan kemanusiaan turut dikirim guna mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
Belasan Ribu Polisi Diperintahkan Tetap di Lokasi Bencana Sumatra sampai Kondisi Benar-Benar Pulih
Indonesia
Kamera Tilang E-TLE Bikin Polantas makin Susah Lakukan Pungli dan ‘Main Mata’ dengan Pelanggar Lalu Lintas
Sepanjang 2025, sekitar 95 persen penegakan hukum lalu lintas telah berbasis e-TLE, sedangkan 5 persen masih dilakukan melalui tilang langsung.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
Kamera Tilang E-TLE Bikin Polantas makin Susah Lakukan Pungli dan ‘Main Mata’ dengan Pelanggar Lalu Lintas
Indonesia
Berantas Kejahatan Transnasional, Polri Tangkap dan Serahkan 14 Buron Interpol Red Notice
Polri mencatat sepanjang 2025 telah menangkap sekaligus menyerahkan belasan buronan Interpol yang masuk daftar Red Notice.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
Berantas Kejahatan Transnasional, Polri Tangkap dan Serahkan 14 Buron Interpol Red Notice
Indonesia
Pertahankan Zero Attack, Densus 88 AT Polri Tangkap 51 Teroris Sepanjang 2025
Jumlah penangkapan tersangka terorisme tahun ini lebih rendah jika dibandingkan dengan 2023, yakni sebanyak 147 orang dan pada 2024 sebesar 55 orang.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
Pertahankan Zero Attack, Densus 88 AT Polri Tangkap 51 Teroris Sepanjang 2025
Indonesia
Kapolri Klaim Institusi Polri ialah Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya Rakyat Indonesia
Kapolri menjelaskan Polri juga menempati peringkat pertama sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
Kapolri Klaim Institusi Polri ialah Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya Rakyat Indonesia
Indonesia
Kapolri Tegaskan Siap Kirim Pasukan Saat Fase Rekonstruksi Bencana Sumatera Dimulai
Listyo menjelaskan bahwa sejauh ini personel Polri masih difokuskan pada kegiatan tanggap darurat,
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Kapolri Tegaskan Siap Kirim Pasukan Saat Fase Rekonstruksi Bencana Sumatera Dimulai
Bagikan