MerahPutih.Com - Kasus pelecehan seksual yang dialami puluhan anak di Surabaya sampai saat ini masih ditangani Polda Jatim. Kebanyakan para korban mengalami trauma sehingga polisi menurunkan tim psikolog untuk memberikan pemulihan kepada korban.
Dari 65 korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Muhammad Saebatul Hamdi (MSH), 27 warga Simo Sidomulyo, Petemon, Sawahan Surabaya, Tim Polda Jatim menerjunkan tim psikologi untuk menjalani trauma healing.
"Jadi kami sudah terjunkan tim psikologi untuk melaksanakan konseling terhadap kasus pelecehan seksual yg dilakukan kepada beberapa siswa.," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Surbaya, Jumat, (23/2).
Sedikitnya ada 40 siswa yang sudah dilakukan konseling di lokasi sekolahan para para korban.
Maksud dan tujuan kegiatan tersebut, kata Barung, dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi psikologis korban saksi dan trauma healing.Sementara tim psikologi sendiri melibatkan Tim Psikolog PPT Jawa Timur dan Reskrimum Kanit Renata (Remaja Anak dan Wanita).
Di luar itu, lanjutnya, polisi juga telah melakukan visum terhadap para korban guna memperkuat bukti. Pemeriksaan dilakukan secara berkelanjutan mengingat jumlah korban mencapai 65 orang.
"Bukan hanya korban, tapi para saksi dari orang tua dan guru juga kita mintai ketarangan." tutup Frans Barung Mangera.(*)
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Budi Lentera, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya.