Kasus Oplosan LPG di Karanganyar Terbongkar, Pertamina Imbau Warga Beli di Agen Resmi

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 08 April 2026
Kasus Oplosan LPG di Karanganyar Terbongkar, Pertamina Imbau Warga Beli di Agen Resmi

Polres Karanganyar membongkar pengoplosan gas LPG bersubsidi pada Senin (6/4). Foto: MerahPutih/Ismail

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, buka suara terkait terbongkarnya kasus praktik pengoplosan LPG subsidi di Karanganyar.

Ia menegaskan, pihaknya mengapresiasi atas tindakan tegas yang telah dilakukan terhadap pelaku penyalahgunaan LPG bersubsidi. Ia mengimbau kepada warga agar membeli gas elpiji di agen resmi Pertamina.

“Situasi energi global seperti saat ini kami sangat mengapresiasi langkah tegas yang dilakukan Polres Karanganyar. Pengungkapan kasus penyalahgunaan subsidi yang merugikan negara dan masyarakat ini penting agar peredaran LPG tidak langka di masyarakat,” kata Taufiq, Selasa (6/4).

Taufiq mendukung sepenuhnya proses hukum yang berlangsung dan berharap wilayah lain juga mendapatkan perhatian yang sama dari Polri. Sebabm masyarakat resah dan banyak yang menjadi korban.

Baca juga:

Polisi Bongkar LPG Subsidi Oplosan di Karanganyar, Raup Rp 24 Juta per Hari

“Berbagai upaya telah kami lakukan secara preventif, salah satunya melalui program Subsidi Tepat LPG, yang memastikan penyaluran LPG 3 Kg bersubsidi hanya untuk masyarakat yang berhak. Masyarakat dapat mengecek pangkalan resmi terdekat dan memastikan pembelian LPG dilakukan di tempat yang terjamin keasliannya,” paparnya.

Pertamina, kata dia, terus bersinergi dengan Dinas Perdagangan dan Kepolisian untuk memperkuat pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi.

“Masyarakat kami imbau untuk turut serta dalam menjaga agar subsidi LPG benar-benar dinikmati oleh yang berhak Dan memeriksa segel hologram resmi pada tabung LPG. Jika hasil pemindaian tidak menampilkan data apapun, maka produk tersebut patut diduga tidak resmi,” ucap Taufiq.

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan harga miring dari pihak yang tidak memiliki izin resmi.

Baca juga:

Ketergantungan Impor Tinggi, DPR Minta Pemerintah Antisipasi Krisis LPG

Tindakan seperti pengoplosan LPG tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan dan dapat menimbulkan kelangkaan di masyarakat.

“Pertamina bersama aparat penegak hukum akan terus berkolaborasi dalam mencegah, mengawasi, dan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan energi bersubsidi,” tandasnya.

Sebelumnya, Polres Karanganyar berhasil membongkar praktik pengoplosan LPG atau gas elpiji subsidi.

Praktik tersebut dibongkar sebuah gudang di Dukuh Pandakan, Desa Blorong, Kecamatan Jumantono pada Senin (6/4) lalu. Polisi menemukan operasi ilegal oplosan gas elpiji yang diduga meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah per hari.

Baca juga:

Timur Tengah Terhambat, Indonesia Beli LPG dari AS dan Australia

Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan warga tentang aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

“Kami tindak lanjuti laporan itu melakukan penyelidikan dan mendapati gudang penggilingan padi itu digunakan untuk memindahkan isi gas dari tabung gas subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi berukuran 12 kilogram dan 50 kilogram,” kata Arman, Senin (6/4).

Ia mengatakan, aksi pelaku itu dilakukan dengan cara menyuntikkan gas dari tabung subsidi ke tabung non-subsidi. Dari penggerebekan tersebut, polisi menangkap tiga orang masing-masing berinisial S, HS, dan WSP.

“Pelaku S berasal dari Karanganyar, HS dari Surakarta, dan WSP dari wilayah Jatiyoso, Karanganyar. Ketiganya diduga menjalankan praktik pengoplosan dengan metode penyuntikan gas menggunakan selang regulator yang dimodifikasi,” ucap dia. (Ismail/Jawa Tengah)

#LPG #LPG Oplosan #Pertamina
Bagikan
Ditulis Oleh

Soffi Amira

Berita Terkait

Indonesia
YLKI Kritik Harga BBM Naik Mendadak, Tagih Transparansi Pemerintah dan Pertamina
YLKI menyoroti harga BBM naik mendadak. Pemerintah dan Pertamina pun diminta untuk mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
YLKI Kritik Harga BBM Naik Mendadak, Tagih Transparansi Pemerintah dan Pertamina
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Migrasi ke Pertalite, DPR Minta Antisipasi
Kenaikan harga Pertamax bisa memicu masyarakat pindah ke Pertalite. DPR pun meminta pemerintah menyiapkan skenario darurat.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Migrasi ke Pertalite, DPR Minta Antisipasi
Indonesia
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina
Komisi XII DPR segera memanggil Kementerian ESDM dan Pertamina, terkait kenaikan harga Pertamax. Sebab, BBM tersebut kini menembus Rp 16.250 per liter.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina
Indonesia
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Perkuat Distribusi Energi Nasional
KAI mencatat pengangkutan lebih dari 1 juta ton BBM hingga Mei 2026. Peran kereta api dalam distribusi energi dinilai semakin penting untuk menjaga kelancaran pasokan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Mobil di atas 1.400 cc dilarang mengisi Pertalite mulai Juni 2026. Lalu, apakah informasi itu bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Indonesia
Pemakai Kelas Menengah, Kenaikan Harga Pertamax Diklaim Tidak Pengaruhi Inflasi
Pengguna BBM nonsubsidi mayoritas berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas sehingga tidak berpengaruh terhadap sektor-sektor yang menjadi penentu inflasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Pemakai Kelas Menengah, Kenaikan Harga Pertamax Diklaim Tidak Pengaruhi Inflasi
Indonesia
Harga Pertamax Naik, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM
Penyesuaian tarif per 10 Juni 2026 merubah peta harga sejumlah produk bahan bakar nonsubsidi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Harga Pertamax Naik, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM
Indonesia
Pertamax Naik Hampir Rp 4 Ribu, Pertamina: Dinamika Harga Pasar Minyak Global
Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green Rp17.000. K
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Pertamax Naik Hampir Rp 4 Ribu, Pertamina: Dinamika Harga Pasar Minyak Global
Indonesia
Harga Pertamax Melonjak ke Rp 16.250 per Liter, Pertamina Sebut Sesuai Keputusan Pemerintah
Harga BBM Pertamax kini naik menjadi Rp 16.250 per liter. Pertamina pun mengungkapkan alasan kenaikan harga tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Harga Pertamax Melonjak ke Rp 16.250 per Liter, Pertamina Sebut Sesuai Keputusan Pemerintah
Bagikan